Fed Borong Obligasi Korporasi, Malaysia Beri Kredit UMKM, BI?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
19 June 2020 06:00
Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Conid-19) membuat berbagai negara menempuh kebijakan luar biasa alias extraordinary. Termasuk bank sentral.

Dalam kondisi normal, bank sentral lebih berperan bak rem di kendaraan bermotor. Laju kendaraan harus terkendali, jangan terlalu cepat karena nanti mesin bisa kelewat panas (overheat). Atau lebih fatal lagi, kendaraan bablas dan masuk jurang.

Namun dalam kondisi tidak normal, bank sentral pun dituntut berganti peran. Bukan lagi menjadi rem, tetapi harus menjadi pedal gas yang membuat kendaraan melaju kencang.

Ini yang menjadi latar belakang mengapa berbagai bank sentral di dunia getol menggelontorkan stimulus. Di Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve/The Fed sudah bukan lagi sekadar menurunkan suku bunga acuan. Bank sentral pimpinan Jerome 'Jay' Powell ini sudah 'turun ke jalan' dengan langsung mengulurkan tangan kepada sektor riil.

Belum lama ini, The Fed meluncurkan program senilai US$ 2,3 triliun dalam bentuk pinjaman kepada dunia usaha. Termasuk di dalamnya adalah pinjaman kepada pemerintah negara bagian yang kasnya seret akibat pagebluk virus corona.

Pekan ini, The Fed mengumumkan mengubah skema pembelian obligasi korporasi dengan memasukkan pendekatan indeksasi. Artinya, The Fed akan membeli obligasi korporasi di pasar sekunder yang kemudian menciptakan portofolio baru yang berbasis indeks pasar. The Fed akan menyerap obligasi korporasi berdasarkan indeks yang terbangun dari aset dengan rating minimum tertentu, tenor tertentu, dan berbagai kriteria lainnya.

Selain The Fed, bank sentral Jepang (BoJ) berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas pinjaman kepada korporasi hingga US$ 1 triliun dari sebelumnya sekitar US$ 700 miliar. Haruhiko Kuroda, Gubernur BoJ, juga menegaskan siap meningkatkan jumlah fasilitas tersebut jika memang dibutuhkan.

Lalu di negara tetangga, bank sentral Malaysia (BNM) juga menggelontorkan paket stimulus berupa pinjaman langsung kepada dunia usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ada dua pinjaman yang bisa diakses, pertama adalah Special Relief Facility (SRF) dengan pagu MYR 5 miliar yang diperuntukkan khususnya bagi UMKM berbunga 3,5% per tahun. Kedua adalah All Economic Sector (AES) dengan anggaran MYR 6,8 miliar berbunga 7% per tahun.

Mandat BI Cuma Menjaga Rupiah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading