Diego Maradona Meninggal karena Henti Jantung

Lynda Hasibuan,  CNBC Indonesia
26 November 2020 06:25
Diego Maradona Meninggal karena Henti Jantung
Foto: Pelatih Argentina Diego Maradona memberi isyarat saat pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Argentina dan Meksiko di Soccer City di Johannesburg, Afrika Selatan, 27 Juni 2010. (AP Photo / Martin Meissner, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar duka datang dari dunia sepak bola. Legendanya Diego Maradona meninggal di usia 60 tahun.

Mengutip BBC International, ia wafat akibat henti jantung. Ia meninggal di rumah Rabu (25/11/2020) waktu setempat.



Sebelum kepergiannya, awal bulan ini ia sempat melakukan operasi otak. Meski operasi otaknya berhasil, ia disebut memang sudah mengalami sejumlah komplikasi.

Maradona pernah menjadi ikon sepak bola yang menginspirasi negaranya. Itu karena ia dapat menciptakan kejayaan Piala Dunia pada tahun 1986.

Dia menjadi pusat perhatian di turnamen dengan penampilan yang mengesankan melawan Inggris di mana dia mencetak gol ikonik yang dijuluki Tangan Tuhan.

Penyerang bertubuh mungil itu melompati kiper legendaris Peter Shilton dan memasukkan bola ke gawang. Kemudian dalam pertandingan itu dia mencetak salah satu gol terbaik dalam sejarah setelah melewati tujuh pemain bertahan Inggris.

Ia juga bermain untuk klub-klub ternama Eropa seperti Barcelona dan Napoli. Kendati begitu gemerlap, hidup Maradona selalu diwarnai dengan berbagai kontroversi.

Sementara penampilannya di lapangan memesona, Maradona menghadapi sejumlah masalah di luar lapangan. Dia gagal dalam tes narkoba pada tahun 1991 dan menerima larangan bermain sepak bola selama 15 bulan.



(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kabar Duka, Diego Maradona 'Si Tangan Tuhan' Tutup Usia


Most Popular
Features