Good Bye Legend, Mengenang Maradona si 'Dewa' Bola

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
26 November 2020 09:36
FILE - In this Oct. 10, 2009 file photo, under the pouring rain, Argentina's coach Diego Maradona looks up under the pouring rain during a 2010 World Cup qualifying soccer match against Peru, in Buenos Aires. Argentina won 2-1. The Argentine soccer great who was among the best players ever and who led his country to the 1986 World Cup title before later struggling with cocaine use and obesity, died from a heart attack on Wednesday, Nov. 25, 2020, at his home in Buenos Aires. He was 60. (AP Photo/Natacha Pisarenko, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona meninggal dunia Rabu (25/11/2020) malam WIB. Maradona mengembuskan napas terakhir akibat henti jantung di usia 60 tahun.

Berita duka ini membuat pemerintah Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional atas kepergiannya. Diego Maradona dianggap sebagai putra terbaik Argentina di lapangan hijau dan pernah membawa timnas Argentina meraih Piala Dunia 1986 di Meksiko.


Pada turnamen itu, Maradona mencetak lima gol dan menjadi top skor Argentina dan hanya kalah tajam dari penyerang Inggris Gary Lineker di kejuaraan. Sosok Maradona pun kian menyihir dunia ketika dia mencetak gol indah melewati lima pemain dan kiper Inggris pada turnamen yang sama.

Gelar Piala Dunia 1986 hingga kini adalah gelar Piala Dunia terakhir yang bisa dimenangi Argentina. Pria berjuluk si Tangan Tuhan ini masuk dalam deretan pemain sepak bola terbaik abad ini bersama dengan Pele, Johan Cruyff dan Christian Vieri.

Bagaimana sebenarnya kisah hidupnya?

Pria kelahiran tanggal 30 Oktober 1960 di Lanus, Argentina lahir dalam kemiskinan dan menghabiskan masa kecilnya di Villa Fiorito.

Maradona adalah satu dari delapan anak dalam keluarganya. Kini, Maradona berstatus duda dengan tiga anak perempuan Dalma, Giannina, dan Jana serta dua anak laki-laki Diego Sinagra dan Diego Fernando.

Bakat sepak Maradona telah terlihat saat ia usia 10 tahun. Pada usia ke-12, ia menjadi ballboy bagi klub Argentino Juniors dan menjadi penghibur dengan memamerkan skill olah bola pada jeda pertandingan.

Maradona memulai debutnya bersama Argentina pada usia 16 tahun melawan Hongaria pada 27 Februari 1977. Pada 1982, Diego Maradona mendarat di klub raksasa, Barcelona dengan rekor transfer 5 juta poundsterling, rekor pemain termahal dunia saat itu.

Pada 1982, Diego Maradona mendarat di klub raksasa, Barcelona dengan rekor transfer 5 juta poundsterling, rekor pemain termahal dunia saat itu. Bahkan pada laga El Clasico 26 Juni 1983, dia mencetak gol yang ikut membawa Barcelona membantai 3-0 Real Madrid di kandangnya Stadion Santioago Bernabeu kala itu.

Maradona juga kembali ditransfer untuk Napoli dengan nilai £ 6,9 juta. Diego Maradona pun diberi amanat sebagai kapten tim dan langsung menjadi idola dalam dan luar lapangan.

Selang dua musim, tepatnya pada 1986-1987 akhirnya Diego Maradona mampu membuka tirai sejarah Napoli untuk meraih scudetto pertama kali. Tidak selalu mulus, pada musim 1990-1991, kontraknya berakhir, nomor punggung 10 miliknya dipensiunkan dan dia terkena hukuman larangan bermain 15 bulan karena penggunaan kokain.

Setelah selesai menjalani hukuman, musim 1992-1993 dia memulai hidup kembali di Sevilla namun berlangsung sementara hingga akhirnya melanglang buana ke klub lain seperti Newell's Old Boys dan klub lamanya, Boca Juniors.

HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading