Ada Agama Maradona, Dianut 200 Ribu Orang

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
03 December 2020 16:55
Images of Diego Maradona are projected at the Kirchner Cultural Center in downtown Buenos Aires, Argentina, Wednesday, Nov. 25, 2020. Maradona, the Argentine soccer great who was among the best players ever and who led his country to the 1986 World Cup title died from a heart attack at his home in Buenos Aires. He was 60. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sepekan lebih pesepakbola Argentina, Diego Maradona meninggal. Kematiannya membuat banyak duka bagi para penggemar.

Semasa hidup, ia digilai karena sepak terjang di lapangan hijau. Segelintir fans juga mendirikan agama khusus untuk memujanya.




Mengutip The Guardian, agama tersebut adalah Iglesia Maradona. Ada tiga orang pendiri yakni Hector Campomar, Alejandro Veron dan Hernan Amez.

Mereka membuat gereja Maradona tahun 1998. Melansir 90min, ada sekitar 120 ribu hingga 200 ribu jemaat dari 130 negara.



Setiap pekan jemaat melakukan pemujaan ke sang legenda. Pengikutnya juga dibaptis, sebelum masuk menjadi pengikut.

Agama ini juga merayakan Natal namun bukan 25 Desember melainkan 29 Oktober. Ajaran khusus juga jadi panduan agama ini, mulai bola tidak pernah kotor, cinta sepakbola adalah segalanya hingga jadikan Diego nama tengah Anda.

"Agama kami adalah sepak bola dan, seperti semua agama, harus ada Tuhan. Kami tidak akan pernah melupakan keajaiban yang dia (Maradona) tunjukkan di lapangan dan semangat yang dia bangun dalam diri kami, para fanatik," kata Alejandro Veron, dikutip Kamis (3/12/2020).

Maradona mengembuskan napas terakhir akibat henti jantung di usia 60 tahun, 25 November lalu. Ia dianggap sebagai putra terbaik Argentina di sepak bola karena pernah membawa timnas meraih Piala Dunia di tahun 1986.

Ia sendiri memulai debutnya bersama Argentina pada usia 16 tahun melawan Hongaria pada 27 Februari 1977. Pada 1982, Diego Maradona mendarat di klub raksasa, Barcelona dengan rekor transfer 5 juta poundsterling, rekor pemain termahal dunia saat itu.

Pada musim 1990-1991, kontraknya berakhir di klub Itali lain, Napoli. Ia dipensiunkan dan terkena hukuman larangan bermain 15 bulan karena penggunaan kokain.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading