Bakal Dicaplok CT, Saham Bank Harda Meroket 3 Hari Beruntun!

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
05 November 2020 10:43
bank harda

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) berhasil terbang lagi pada perdagangan sesi I, Kamis pagi (5/11/2020) setelah dalam 2 hari sebelumnya melesat menyentuh level auto reject atas (ARA) 35% pada Selasa dan Rabu naik hampir 25%.

Meroketnya saham Bank Harda setelah muncul keterbukaan informasi bahwa Bank Harda akan diakuisisi oleh Mega Corpora perusahaan milik pengusaha Indonesia, Chairul Tanjung.

Data BEI mencatat, pada pukul 10.30 WIB, saham BBHI melesat 15,94% di posisi Rp 320/saham dengan nilai transaksi Rp 14,13 miliar dan volume perdagangan 43,93 juta saham.


Kemarin, saham BBHI naik 24,32% di level Rp 276/saham dengan nilai transaksi Rp 939,74 juta dan volume perdagangan 3,41 juta saham. Kapitalisasi pasar BBHI kemarin mencapai Rp 1,15 triliun dan pagi ini naik menjadi Rp 1,32 triliun.

Dalam 5 hari perdagangan terakhir saham BBHI melesat 112% dan sebulan terakhir naik 88%. Secara 6 bulan terakhir, saham BBHI naik 321%.

Pada Senin, pengusaha nasional Chairul Tanjung melalui PT Mega Corpora mengumumkan rencana akuisisi PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI).

Dalam akuisisi ini, pemegang saham BBHI yakni PT Hakimputra Perkasa menjual 3,08 miliar saham atau 73,71% saham ke PT Mega Corpora, perusahaan milik Chairul.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, disebutkan Mega Corpora akan menjadi pihak yang akan mengambilalih.

"Mendukung kebijakan perbankan di Indonesia dan akan mengembangkan perseroan untuk menjadi bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dari segi operasional maupun permodalan," sebut surat perjanjian antara kedua pihak, yang dipublikasi di BEI, Senin (2/11/2020).

BBHI akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menyetujui transaksi jual beli ini. Setelah itu Mega Corpora akan mengajukan izin pengambilalihan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari sisi kinerja, perusahaan mencatatkan laba bersih Rp 48,39 miliar per 9 bulan tahun ini, pulih dari periode yang sama tahun lalu rugi bersih Rp 6,71 miliar. Pendapatan bunga bersih turun menjadi Rp 36,39 miliar dari September 2019 yakni Rp 69,83 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading