Diam-diam Saham Bank Harda Meroket 2 Hari, Ada Apa Gerangan?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 December 2020 11:23
Dok.Bank Harda

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) diam-diam mencatatkan penguatan signifikan dalam 2 hari terakhir setelah perseroan melaporkan bahwa rencana akuisisi saham perusahaan oleh CT Corp, milik pengusaha Chairul Tanjung, sudah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Data perdagangan pukul 11.00 WIB, saham BBHI melesat 23,38% di posisi Rp 380/saham dengan nilai transaksi Rp 6,07 miliar dengan volume perdagangan 16,37 juta saham.

Kemarin, saham BBHI juga meroket 21,25% ke level Rp 308/saham dari hari Rabu yakni Rp 254/saham. Dengan demikian, dalam sepekan saham BBHI melesat 44%, sebulan naik 54%, dan 6 bulan terakhir melesat 407% dengan kapitalisasi pasar Rp 1,59 triliun.


Dalam pengumuman di BEI, Direktur Bank Harda Yohanes mengatakan bahwa PT Mega Corpora dari Grup CT Corp telah memperoleh persetujuan dari OJK untuk dapat melanjutkan rencana pengambialihan Bank Harda.

"Rencana ini sudah diumumkan pada 2 November lalu. Surat persetujuan OJK yakni Nomor SR-23/PB.1/2020 tanggal 2 Desember 2020," katanya dalam surat yang juga diteken Direktur Mega Corpora Ali Gunawan.

Dia mengatakan, rencana pengambilalihan BBHI masih dalam proses pelaksanaan persetujuan RUPS sebagai salah satu syarat memperoleh izin pengambilalihan dari OJK, oleh karena perseroan telah melakukan pengumuman dalam RUPSLB pada 4 Desember 2020.

"RUPSLB akan dilakukan pada 29 Januari 2021. Bagi Pemegang saham dapat mengajukan keberatan atas aksi korporasi itu dalam RUPSLB tersebut," katanya.

Sebagaimana diketahui, awal November, pengusaha nasional Chairul Tanjung melalui PT Mega Corpora mengumumkan rencana akuisisi BBHI.

Dalam akuisisi ini, pemegang saham BBHI yakni PT Hakimputra Perkasa menjual 3,08 miliar saham atau 73,71% saham ke Mega Corpora. Pada keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, disebutkan Mega Corpora akan menjadi pihak yang akan mengambil alih.

Dari sisi kinerja, perusahaan mencatatkan laba bersih Rp 48,39 miliar per 9 bulan tahun ini, pulih dari periode yang sama tahun lalu rugi bersih Rp 6,71 miliar. Pendapatan bunga bersih turun menjadi Rp 36,39 miliar dari September 2019 yakni Rp 69,83 miliar.

Mega Corpora akan melaksanakan penawaran tender (tender offer) atas sisa saham milik publik dari BBHI.

Tender offer akan menggunakan harga rata-rata tertinggi perdagangan harian di BEI selama 90 hari kalender terakhir, dari periode 4 Agustus 2020 hingga 1 November 2020. Harga tender offer ditetapkan pada harga Rp 160,26/unit saham.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading