Rakyat Lelah Jadi 'Budak' Kredit, Bunga Harus Turun!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 October 2020 14:33
Indonesian rupiah banknotes are counted at a money changers in Jakarta, Indonesia April 25, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Seperti yang sudah diperkirakan, Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Kebijakan ini ditempuh untuk 'mengamankan' rupiah.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 4%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19, Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam keterangan pers usai RDG.

Rupiah memang cenderung menguat akhir-akhir ini. Sejak akhir September hingga kemarin, mata uang Tanah Air menguat 1,08% di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).


Namun ke depan, risiko pelemahan rupiah masih ada. Fitch Solutions memperkirakan rupiah bisa mencapai Rp 15.000/US$. Bank Dunia juga punya proyeksi serupa.

BI sah-sah saja kalau mau menjadikan rupiah sebagai prioritas utama. Sebab di UU No 3/2004 memang tertulis secara eksplisit bahwa tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. BI tidak (atau belum, siapa yang tahu?) diberi tugas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Namun kalau melihat situasi ekonomi terkini, segala bentuk bantuan tentu akan sangat diapresiasi. Termasuk dari BI yaitu dengan menurunkan suku bunga acuan.

Pemerintah boleh menggelontorkan duit ratusan triliun rupiah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mengatasi dampak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa ini adalah solusi yang temporer, adhoc, tidak bisa diharapkan kelanjutannya. Repot juga kalau pemerintah setiap tahun harus menyediakan dana ratusan triliun, utang bisa semakin membengkak.

Mau Bangkit dari Resesi? Genjot Konsumsi!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading