Bunga Kredit Filipina 6% & India 8%, Indonesia? Maaf Masih 9%

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
26 March 2021 11:56
INFOGRAFIS, RI RESESI? Ini Mata Uang Yang Bisa Jadi Investasi

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso kembali mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Tujuannya adalah mendorong pemulihan ekonomi nasional dari hantaman pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

"Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) sudah mulai, saya berterima kasih. Bank-bank lain, ayo turunkan suku bunga kredit," tegas Perry dalam acara Temu Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Semarang, kemarin.

"Mengenai suku bunga, kami imbau agar sudah mulai karena ruangnya sudah mulai ada. Kalau kreditnya nambah, revenue-nya juga nambah," kata Wimboh di acara yang sama.


Untuk merangsang bank menurunkan suku bunga kredit, BI telah memangkas suku bunga acuan hingga 150 basis poin (bps) sejak awal tahun lalu. BI 7 Day Reverse Repo Rate kini berada di 3,5%, terendah sepanjang sejarah.

Transmisi suku bunga kebijakan ke suku bunga simpanan sudah terjadi. Suku bunga deposito tenor satu bulan (yang menjadi acuan) turun dari 4,07% pada Januari 2021 menjadi 3,88%. Terjadi koreksi 1,9 bps. Dibandingkan dengan Februari 2020, suku bunga deposito satu bulan sudah turun 181 bps.

Suku bunga kredit juga turun. Pada Februari 2021, rerata suku bunga kredit ada di 9,65%, turun 3 bps dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun laju penurunan suku bunga kredit masih lambat. Misalnya untuk KMK, rata-rata suku bunga pada Januari 2021 adalah 9,21%, hanya turun 87 bps dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Penurunan suku bunga kebijakan BI telah direspons perbankan dengan penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang masih terbatas dan penurunan suku bunga deposito satu bulan yang lebih agresif sehingga terjadi pelebaran spread. Pada Januari 2020 sampai Januari 2021, suku bunga acuan turun sebesar 150 bps, sementara SBDK hanya turun sebesar 78 bps. Hal itu menyebabkan spread SBDK terhadap suku bunga acuan melebar dari 5,82% pada Januari 2020 menjadi 6,28% pada Januari 2021. Di sisi lain, suku bunga deposito satu bulan turun sebesar 189 bps, sehingga spread antara SBDK dan suku bunga deposito satu bulan mengalami kenaikan dari 4,86% menjadi 5,97%," sebut keterangan tertulis BI.

Halaman Selanjutnya --> Dibanding Negara Lain, Bunga Kredit Indonesia Masih Tinggi

Dibanding Negara Lain, Bunga Kredit Indonesia Masih Tinggi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading