Hidup Susah, Bank Malah Cari Untung di Tengah Pandemi!

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
22 March 2021 13:30
Ilustrasi Investasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perbankan tetap memprioritaskan keuntungan di tengah pandemi Covid 19. Pada periode tersebut ekonomi Indonesia melemah cukup dalam, terlihat sebagian masyarakat kesusahan menjalani hidup.

Dalam publikasi Bank Indonesia (BI) yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (22/3/2021), tercatat peningkatan marjin keuntungan perbankan sebesar 34 bps pada Januari 2021 (year on year/yoy).

"Marjin keuntungan perbankan meningkat di tengah periode pelemahan ekonomi akibat pandemi," tulis laporan tersebut.


Selama 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 2,07%. Jumlah orang miskin meningkat 2,76 juta orang pada September 2020 menjadi 27,55 juta atau setara dengan 10,19% dari total penduduk.

BI juga melaporkan Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK) dan komponen biaya overhead (OHC) juga menurun. Penurunan HPDK didorong oleh peningkatan likuiditas yang disebabkan oleh penurunan biaya dana sebesar 84 bps (yoy).

Sementara penurunan OHC disebabkan oleh kenaikan efisiensi, antara lain oleh penurunan biaya tenaga kerja dan biaya sewa, yang masing-masing sebesar 3 bps
dan 5 bps (yoy). Ini terjadi seiring dengan upaya perbaikan efisiensi antara lain melalui digitalisasi perbankan.

Diketahui sejak awal tahun 2020 sampai Januari 2021, suku bunga BI7DRR turun sebesar 125 bps (yoy) sementara pada periode yang sama SBDK hanya turun sebesar 78 bps (yoy). Hal ini menyebabkan spread SBDK terhadap suku bung acuan melebar dari 5,82% pada Januari 2020 menjadi 6,28% pada Januari 2021 (naik 46 bps).

Suku bunga deposito lebih cepat dalam merespons penurunan suku bunga kebijakan dengan penurunan sebesar 189 bps (yoy), sehingga spread antara suku bunga SBDK dan suku bunga deposito 1 bulan mengalami kenaikan lebih besar dari 4,86% menjadi 5,97%.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading