Bos BI ke Perbankan: Turunkan Bunga Kredit!

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
19 November 2020 15:42
Live Streaming Pembacaan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI November 2020 Cakupan Triwulanan. (Tangkapan layar youtube BI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dengan tegas meminta perbankan untuk segera menurunkan bunga kreditnya. Pasalnya, BI menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75% di bulan November 2020.

Dengan keputusan kali ini, maka BI tercatat sudah melakukan penurunan sebanyak lima kali di tahun ini dengan total 1,25% atau 125 bps.

"Melalui forum ini, kami terus dengan tidak segan-segannya meminta meminta perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit sehingga bisa mendorong pemulihan ekonomi," ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (19/11/2020).


Menurutnya, ada tiga faktor yang mempengaruhi suku bunga kredit.

Pertama, cost of fund berkaitan dengan penurunan suku bunga BI. Tahun ini Bi sudah menurunkan sebanyak 125 bps sehingga seharusnya tidak ada alasan tidak menurunkan suku bunga.

Kedua, biaya administrasi dinilai bisa menurunkan bunga kredit karena turun. Sebab, dengan adanya pandemi Covid-19 ia melihat bahwa digitalisasi banking meningkat sehingga seharusnya biaya administrasi menurun.

Ketiga, premi risiko kredit. Ia menilai, ini menjadi alasan perbankan belum menurunkan bunga kreditnya. Sebab, perbankan juga meningkatkan kebutuhan pencadangannya terhadap risiko kredit yang akan terjadi ke depan.

Sebab, dengan adanya pemberhentian aktivitas ekonomi, maka risiko kredit juga bisa meningkat.

"Ini lah yang jadi faktor penyebab kenapa suku bunga kredit belum turun," kata dia.

Namun, ia meyakinkan kepada perbankan untuk tidak terlalu mengkhawatirkan, karena BI akan tetap melanjutkan kebijakannya untuk melakukan ekspansi likuiditas.

"Sudah saatnya penyaluran kredit terus didorong, sudah saatnya kita membangun optimisme, sudah saatnya kita meningkatkan ekonomi. Pemerintah, BI, OJK telah begitu banyak melakukan sinergi kebijakan dan komit menempuh langkah-langkah lanjutan," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading