Habis Cuan Gede, Pieter Tanuri Lego 41 Juta Saham Indomobil

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
31 August 2020 15:13
pieter tanuri (Bali United.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pengusaha sukses di Tanah Air, dan mantan pemilik pabrikan ban Multistrada, Pieter Tanuri, melakukan penjualan saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) dengan tujuan investasi langsung.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (31/8/2020), penjualan itu dilakukan melalui perusahaannya yakni PT Bina Raya Perkasa.

Direktur Utama Bina Raya Perkasa, yang juga Dirut Indomobil, Jusak Kertowidjojo, mengatakan penjualan tersebut adalah investasi langsung. Bina Raya sebelumnya masuk ke Indomobil melalui aksi penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue yang dilakukan IMAS.


Dengan pembelian saham lewat rights issue tersebut, porsi kepemilikan Bina Raya menjadi 919.154.566 saham dibeli dengan harga yakni Rp 550/saham, pada 14 Agustus lalu.

Namun baru 5 hari perdagangan (mengingat ada libur HUT Kemerdekaan, Tahun Baru Islam, dan cuti bersama), pada 25 dan 26 Agustus, Bina Raya melepas saham IMAS di harga Rp 665/saham dan Rp 620/saham dengan total penjualan mencapai 40.741.999 saham.

Dengan demikian harga rata-rata penjualan saham IMAS Rp 642,5/saham, naik 17% dari harga saham pembelian di level Rp 550/saham. Saham IMAS pada perdagangan Senin ini (31/8/2020) pada penutupan sesi II di level Rp 775/saham turun dari perdagangan akhir pekan Jumat (28/8) di level 820/saham.

Mengacu prospektus rights issue IMAS, disebutkan bahwa hubungan Bina Raya dan IMAS adalah kesamaan direksi. Direktur Utama Bina Raya juga dijabat Jusak Kertowidjojo, sementara Direktur Bina Raya adalah Evensius Go (juga direktur IMAS), sementara Komisaris dijabat Pieter Tanuri yang menjadi pemegang saham utama Bina Raya (pemilik manfaat atau beneficial ownership).

Pieter adalah salah satu konglomerat Tanah Air dan mantan pemilik PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), yang memproduksi ban Corsa, dan pemilik PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), pengelola Bali United. Sebelumnya Pieter menjual MASA kepada pabrikan ban asal Prancis, Michellin.

Saat prospektus dirilis, pemegang saham IMAS sebelum rights issue yakni Gallant Venture Ltd 71,49%, PT Tritunggal Intipermata 18,17% (juga Grup Salim), dam investor publik 10,34%.

Nantinya setelah rights issue diselesaikan, saham Gallant menjadi 49,49%, Tritunggal 18,17%, publik 10,34%, dan Bina Raya 22%.

Saat rights issue, IMAS menerbitkan saham biasa sebanyak- banyaknya 1.229.012.627 saham biasa (1,22 miliar saham) dengan nilai nominal Rp 250/saham.

Harga pelaksanaan HMETD saat itu ditentukan antara Rp 500-600/saham sehingga dengan demikian nilai dana rights issue diperkirakan mencapai Rp 675,95 miliar.

Ketika itu, Gallant Venture Ltd, perusahaan yang sahamnya juga dipegang oleh Grup Salim di Singapura, bersama Keppel Group dan JTC Group ini tak akan menyerap saham baru itu dan berencana mengalihkan seluruh haknya dalam penerbitan saham baru IMAS kepada Bina Raya Perkasa. Hak yang akan diallihkan kepada Bina Raya Perkasa sebanyak 878.562.566 HMETD.

Direktur Utama Indomobil Jusak Kertowidjojo mengatakan Bina Raya Perkasa adalah perusahaan yang fokus pada bisnis konsultasi manajemen.

"Pertimbangan Gallant Venture Ltd mengalihkan haknya karena saat ini kinerja perseroan [IMAS] belum naik sehingga Gallant selaku perusahaan publik di Singapura tidak berniat mengambi bagian (exercise) haknya dalam PUT III ini," katanya dalam suratnya kepada BEI.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading