2 Kali Suntik Perusahaan Hary Tanoe, Siapa Charlton Group?

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
31 August 2020 14:13
deklarasi Jokowi

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Charlton Group Holdings Ltd kembali disebut dalam aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu, alias private placement yang dilakukan perusahaan milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

Sudah dua perusahaan Grup MNC yang mendapatkan suntikan dana dari perusahaan ini.

Lalu siapa sebenarnya Charlton Group Holdings Ltd?


Dari penelusuran CNBC Indonesia, tidak terdapat situs resmi perusahaan ini. Perusahaan ini disebut berbasis di Kepulauan Virgin Britania Raya (BVI) dengan kegiatan usaha investasi.

Sempat ada informasi, pemegang saham Charlton Group adalah Doncaster Holdings Group Limited. Namun tidak tersedia informasi yang memadai terkait Doncaster Holding.

Seperti diketahui, PT Global Mediacom Tbk (BMTR), induk bisnis media Grup MNC, baru saja melakukan private placement atau Penambahan Modal Tanpa Melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Private placement induk PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) ini, diserap Charlton Group sebanyak 700 juta saham baru.

Harga tiap saham yang diterbitkan BMTR yakni di harga pelaksanaan Rp 200 per saham. Dengan demikian, BMTR meraih dana segar dari aksi korporasi ini sebesar Rp 140 miliar.

"Dana yang diterima perseroan setelah dikurangi biaya-biaya terkait PMTHMETD akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan," ujar pernyataan tertulis direksi BMTR, dikutip Senin (31/8/2020) di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 11 Agustus 2020 sudah menyetujui rencana private placement BMTR dengan penerbitan sebanyak 700 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100.

Hanya saja, jumlah penerbitan saham baru di bawah rencana semula yakni menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,53 miliar saham baru atau sebanyak 10% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Manajemen BMTR mengungkapkan, private placement ini akan meningkatkan struktur permodalan dan keuangan perseroan dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Sebelum private placement, komposisi pemegang saham perseroan adalah PT MNC Investama Tbk (BHIT) sebesar 49,94%, dan investor publik 50,06%. Setelah dilakukan aksi korporasi ini, maka saham MNC Investama akan menjadi 45,30%, dan publik 54,7%.

"Saya termotivasi oleh hasil yang kami peroleh [bisnis kami] pada Q2-2020. Meskipun mengalami pertumbuhan negatif untuk semester ini, saya sangat yakin bahwa kami telah melewati masa terburuk bagi industri media dalam hal belanja iklan selama H1-2020," kata Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, dalam keterbukaan informasi.

"Walaupun dampak ekonomi dari pandemi ini akan masih terasa, perilaku masyarakat kita juga akan berubah, yang berarti akan lebih banyak lagi orang yang menonton TV, dan juga waktu menonton mereka per hari akan bertambah. Untuk H2-2020, saya yakin bahwa Perseroan akan mencatat performa yang jauh lebih baik daripada semester pertama," kata Hary Tanoe.

Ini merupakan kedua kalinya Charlton Group Holdings Limited menyerap saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo.

Pada 2018 lalu, perusahaan ini juga menyerap saham baru PT MNC Investama Tbk (BHIT) melalui private placement.

Saat itu BHIT menerbitkan sebanyak 3,88 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Adapun harga pelaksanaan private placement sebesar Rp 115/saham.

BHIT waktu itu mendapatkan dana sebesar Rp 446,43 miliar. Dana yang diterima setelah dikurangi biaya-biaya dipergunakan sebagai tambahan modal kerja untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading