Asia hingga Eropa Resesi, Harga Emas Siap Cetak Rekor Lagi?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 July 2020 17:35
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis (30/7/2020) setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa Selasa lalu. Harga emas menurun pada hari ini di saat semakin banyak negara yang resmi mengalami resesi.

Rekor tertinggi harga emas dunia sebelumnya US$ 1.920,3/troy ons dicapai pada 6 September 2011 akhirnya berhasil di pecahkan di awal pekan ini, nyaris satu dekade lamanya. Di hari Senin (27/7/2020) Harga emas dunia melesat menyentuh US$ 1.945,16/troy ons, rekor tertinggi baru saat itu, tetapi umurnya kurang dari 24 jam.

Selasa (28/7/2020) pagi harga emas emas dunia terbang tinggi menyentuh US$ 1.980,56/troy ons yang kini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa. Kemarin emas sempat mendekati level tersebut, tetapi gagal mencetak rekor tertinggi lagi.


Sementara hari ini emas justru melemah. Pada pukul 16:06 WIB diperdagangkan di kisaran US$ 1.951,05/troy ons, melemah nyaris 1% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Berkaca dari September 2011 ketika mencapai rekor tertinggi, harga emas malah merosot tajam dalam hitungan hari setelahnya. Sehingga muncul pertanyaan apakah emas masih mampu untuk terus melesat mengangkasa, atau malah justru "kehabisan" bensin dan berbalik turun?

Resesi merupakan salah satu "bahan bakar" bagi emas untuk menguat. Kala perekonomian global sedang merosot, maka permintaan emas sebagai aset aman (safe haven) akan meningkat, harganya pun akan naik.

Jepang menjadi negara maju yang pertama kali mengalami resesi di tahun ini, penyebabnya pandemi penyakit virus corona (Covid-19) yang membuat roda bisnis diseluruh dunia melambat, di beberapa negara bahkan nyaris mati suri. Jepang yang mengandalkan ekspor sebagai roda penggerak bisnis akhirnya terpukul.

Pada kuartal l-2020 produk domestik bruto (PDB) Jepang dilaporkan minus 1,7% year-on-year (YoY), setelah minus 0,7% YoY pada kuartal IV 2019. Jepang menjadi negara maju pertama yang mengalami resesi di tahun ini.

Singapura menyusul Negeri Matahari Terbit, Pemerintah Singapura pada hari Selasa (14/7/2020) melaporkan perekonomian mengalami kontraksi di kuartal II-2020. Tidak tanggung-tanggung produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II-2020 berkontraksi alias minus 41,2% quarter-to-quarter (QtQ) setelah minus 3,3% di kuartal I-2020. Kontraksi pada periode April-Juni tersebut lebih buruk dari konsensus di Trading Economic sebesar -37,4%.

Sementara secara tahunan, PDB minus 12,6% YoY, menjadi yang terburuk sepanjang sejarah Negeri Merlion. Di kuartal I-2020, PDB mengalami kontraksi tipis -0,3% YoY. Sehingga, Singapura sah mengalami resesi. Terakhir kali Singapura mengalami resesi pada tahun 2008 saat krisis finansial global.

Berikutnya, Korea Selatan yang mengalami resesi teknikal.

Untuk diketahui, suatu negara dikatakan mengalami resesi ketika PDB minus 2 kuartal beruntun secara YoY. Tetapi Jika PDB minus 2 kuartal secara QtQ dikatakan sebagai resesi teknikal.

Pemerintah Korea Selatan pekan lalu melaporkan data produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2020 minus 3,3% quarter-to-quarter (QtQ). Kontraksi ekonomi tersebut menjadi yang terdalam dalam 22 tahun terakhir, tepatnya sejak kuartal I-2020 1998.

Pada kuartal sebelumnya, PDB Korea Selatan juga minus 1,3%.

Sementara jika dilihat secara tahunan, PDB Korea Selatan minus 2,9% YoY, menjadi kontraksi terdalam sejak kuartal IV-1998. Namun di kuartal I-2020, PDB negara dengan nilai perekonomian terbesar ke-4 di Asia ini masih tumbuh 1,4% YoY.

Masih dari Asia, hari ini giliran Hong Kong yang mengalami pertumbuhan minus. Masuk wilayah administratif China, PDB Hong Kong di kuartal II-2020 -9% YoY, sementara di kuartal sebelumnya -9,1% YoY.

Dari Asia beralih ke Eropa, Jerman juga mengalami nasib yang sama. PDB di kuartal II-2020 dilaporkan -11,7% YoY, sementara di kuartal sebelumnya -2,3 YoY. Motor penggerak ekonomi Eropa ini pun sah mengalami resesi.

Dari Benua Biru, "hantu" resesi akan mengentayangi Amerika Serikat yang malam ini akan melaporkan data PDB yang akan menjadi "pengesahan" resesi.

Di kuartal I-2020, perekonomian AS mengalami kontraksi 5%, sementara di kuartal II-2020, hasil polling Forex Factory menunjukkan PDB diprediksi berkontraksi 34,5%, benar-benar nyungsep. Sehingga hanya keajaiban yang luar biasa yang bisa membuat AS lepas dari resesi di kuartal II-2020 ini.

Emas Masih Punya Tenaga
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading