Roundup

Jababeka Rugi, Garuda Rugi, Laba KFC Ambles di Q1

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 July 2020 08:25
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (1/7/20) berhasil ditutup naik 0,18% ke angka 4.914,38 setelah mencatatkan kenaikan yang signifikan pada menit-menit terakhir perdagangan.

Walaupun IHSG terapresiasi, data perdagangan mencatat investor asing kembali melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 253 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 6,1 triliun.

Dari dalam negeri Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi periode Juni 2020. Hasilnya lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar.


Inflasi Juni 2020 berada di 0,18% secara bulanan (month-to-month/MtM). Ini membuat inflasi tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 1,96% dan inflasi tahun kalender 1,09% yang menunjukkan daya beli masyarakat Indonesia mulai pulih kembali. Demikian disampaikan oleh Suhariyanto, Kepala BPS, dalam jumpa pers pada Rabu (1/7/2020).

Selain kabar tersebut, simak juga peristiwa emiten yang terjadi sepanjang perdagangan kemarin.

1. Gegara Rupiah Loyo, Jababeka Cetak Rugi Rp 754 M di Q1

Emiten pengelola kawasan industri, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan kerugian bersih Rp 754,13 miliar pada periode kuartal pertama tahun ini. Perolehan ini berkebalikan dengan tahun sebelumnya dengan meraih laba bersih Rp 76,66 miliar.

Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda menyatakan, penurunan laba bersih yang sangat signifikan ini imbas dari pergerakan selisih kurs yang tercatat di kuartal pertama 2020 sebesar Rp 699,1 miliar dibandingkan laba selisih kurs sebesar Rp 56,9 miliar yang tercatat pada kuartal pertama 2019.

2. Bos MIND ID Sebut Cadangan Emas Antam akan Makin Berkurang

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengungkapkan Holding Industri Pertambangan BUMN memiliki target laba sebesar Rp 2,1 triliun di 2020.

Salah satu sumbangan laba berasal dari kinerja PT Antam Tbk yang mengandalkan komoditas emas. Namun demikian, ada tantangan yang harus diwaspadai oleh manajemen MIND ID.

"PT Antam untuk emas dalam dua-tiga tahun ini akan semakin berkurang reserve-nya," ujar Orias dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2020).

3. Gelar Rights Issue, Bukopin Bakal Raih Dana Segar Rp 838 M

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan mendapatkan dana segar sekitar Rp 838,8 miliar dari penawaran umum terbatas kelima (PUT V) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. Ini merupakan tahapan dari proses penambahan modal Bank Bukopin.

Jumlah saham yang akan diterbitkan terdiri dari saham kelas B sebesar 4,66 miliar atau 40% dari jumlah saham beredar saat ini. Dengan rasio tersebut, maka setiap 5 saham lama akan mendapatkan 2 HMETD, kemudian 1 HMETD berhak untuk mendapatkan 1 saham jika dilaksanakan pada periode pelaksanaan HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham.

4. Wadirut Tak Lolos Fit & Proper Test, BNI Siap Gelar RUPS Lagi

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bakal menggelar kembali Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menentukan kembali posisi wakil direktur utama perusahaan.

Hal ini dilakukan setelah Anggoro Eko Cahyo yang didapuk untuk mengisi posisi ini tak lolos dalam uji penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan belum dipastikan apakah Anggoro masih akan dicalonkan atau akan diganti untuk mengisi posisi tersebut. Keputusan tersebut diserahkan kepada pemegang saham.

5. Optimistis, 4 Bos Bank BUMN Yakin Kredit Tahun Ini Positif

Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) tetap optimistis dengan target pertumbuhan kredit di tahun ini yang akan tetap positif, kendati pertumbuhan perekonomian nasional diprediksi bakal tergerus akibat pandemi Covid-19.

Ketua Himbara sekaligus Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Sunarso mengatakan bank-bank pelat merah masih tetap optimistis dengan target kredit positif di tahun ini.

Meskipun pertumbuhan diperkirakan tak akan sebaik di 2019 di mana kredit perbankan bisa tumbuh 6% year on year (YoY).

6. Raksasa Migas Global Sudah IPO, Anak Usaha Pertamina Kapan?

Manajemen PT Pertamina (Persero) membeberkan rencana melakukan restrukturisasi organisasi dan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sub-holding perusahaan di pasar modal.

Dalam dokumen Pertamina yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (29/6/2020), manajemen Pertamina mengungkapkan alasan melakukan restrukturisasi dan rencana IPO anak usaha.

7. Banyak Tutup Gerai, Laba KFC Q1 Ambles Hampir 90%

Emiten ritel pengelola gerai KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup signifikan, yakni sebesar 89,24% menjadi Rp 5,41 miliar pada kuartal pertama 2020. Dibanding tahun sebelumnya, FAST masih mencatatkan laba Rp 50,31 miliar.

Pada periode tiga bulan pertama tahun ini, FAST membukukan pendapatan sebesar Rp 1,51 triliun, mengalami penurunan 0,84% dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 1,53 triliun.

Rinciannya, penjualan makanan dan minuman berkontribusi paling besar, Rp 1,49 triliun. Penjualan konsinyasi CD sebesar Rp 20,64 miliar dan jasa layanan antar Rp 958 juta.

8. Baru Saja Untung, Garuda Merugi Lagi di Q1-2020 karena Covid

Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sepanjang kuartal I-2020 lalu terpaksa membukukan kerugian bersih senilai US$ 120,1 juta (Rp 1,69 triliun, asumsi kurs Rp 14.100/US$). Kerugian ini berbanding terbalik dengan kinerja perusahaan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat laba sebesar US$ 20,48 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba per saham juga terpaksa bernilai minus US$ 0,00464 dari sebelumnya untung US$ 0,00079.

Pada 3 bulan pertama tahun ini, perusahaan mengalami penurunan sebesar 30,14% secara year on year (YoY). Pendapatan turun menjadi US$ 768,12 juta (Rp 10,83 triliun) dari sebelumnya senilai US$ 1,09 miliar di akhir Maret 2019.

9. Ayo-ayo.. Dijual Nih Tol Waskita Rp 7 T, Silakan yang Minat

Direktur Utama PT Waskita Karya (WSKT) Destiawan Soewardjono mengaku bakal 'menjual' atau divestasi sejumlah ruas tol tahun ini.

"Waskita akan mendivestasikan tol Becakayu, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang. Serta switch yang di Cibitung-Tanjung Priok dari mayoritas menjadi minoritas," ungkapnya di DPR RI, Rabu (1/7/20).

Berapa dana yang diincar dari divestasi tersebut? "Kira-kira nilainya hampir Rp 7-8 triliun," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading