Roundup

Simak 7 Kabar Pasar, dari PHK OMNI Hospitals hingga Garuda

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
03 June 2020 08:33
Demo Karyawan Rumah Sakit OMNI, Alam Sutera. Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik perlahan kembali pulih. Hal ini terlihat dari menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,97% ke level 4.847,50 pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (2/6/2020).

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi harian pada perdagangan Selasa mencapai Rp 11,98 triliun dengan volume 9,51 miliar saham. Adapun investor asing tercatat membukukan beli bersih Rp 872,23 miliar.

Sebelum memulai perdagangan Rabu (3/6/2020), simak beberapa aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:


1.Saham BTN Terbang Lebih 21%, Ternyata Ini Penyebabnya
Saham-saham yang bergerak di sektor perbankan kembali bereuforia setelah indeks sektor keuangan berhasil naik 3,92% hari ini. Kenaikan ini melanjutkan reli panjang saham di sektor perbankan selama 6 hari berturut-turut.

Akan tetapi dari kenaikan saham-saham perbankan di Indonesia ada satu saham perbankan yang mencolok, yaitu saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang terbang 21,05% ke level harga Rp 920/saham bahkan BBTN sempat terbang ke level tertingginya yaitu Rp 940/saham atau kenaikan sebesar 23,68% mendekati batasan harga Auto Reject Atas (ARA) 25%.

Salah satu pemicu kenaikan harga saham BTN adalah Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dipastikan akan segera beroperas setelah Peraturan Pemerintah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran Tapera diharapkan bisa mendorong pembiayaan sektor perumahan di mana BTN akan menjadi salah satu mitra.



2.Permintaan Baja Bakal Anjlok 50%, KRAS Tunggu Dana Talangan
Produsen baja PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) saat ini masing menunggu dana talangan dari pemerintah untuk membantu modal kerja perusahaan yang tergerus akibat pandemi Covid-19. Perusahaan dan pemerintah masih membicarakan mekanisme pemberian dana talangan ini.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan modal kerja perusahaan tergerus akibat turunnya permintaan baja di pasar sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Padahal modal kerja ini sangat dibutuhkan untuk membiayai operasional pabrik kendati permintaan mengalami penurunan.

"Mekanisme pemberian dana talangan masih dibicarakan di tingkat Pemerintah, kami berharap mendapatkan mekanisme yang terbaik untuk dapat segera mendukung pemulihan ekonomi nasional," kata Silmy dalam siaran persnya, Selasa (2/6/2020).


3.Penawaran Lelang Obligasi Pemerintah Tembus Rp 105 T
Pemerintah melakukan lelang tujuh seri obligasi negara atau Surat Berharga Negara (SBN). Lelang yang masuk mencapai lebih dari Rp 100 triliun atau tepatnya Rp 105 triliun.

Tujuh seri obligasi yang dilelang pada Selasa (2/6/2020) antara lain, SPN03200903 (tenor tiga bulan), SPN12210603 (tenor satu tahun), FR0081 (tenor lima tahun). Selanjutnya, FR0082 (tenor 10 tahun), FR0080 (tenor 15 tahun), FR0083 (tenor 20 tahun), dan FR0076 (tenor 28 tahun).

Target indikatif dalam lelang ini adalah Rp 20 triliun. Namun pemerintah bisa menaikkan sampai dua kali lipat dari itu.


4. Begini Cara Grup Astra Bekerja Saat New Normal
PT Astra International Tbk (ASII) berencana menerapkan protokol bekerja di lingkungan Grup Astra dalam menghadapi tatanan normal baru yang rencananya akan diterapkan pemerintah mulai Juni ini.

Head of Investor Relations Astra International, Tira Ardianti mengatakan, perseroan akan mematuhi protokol yang diwajibkan pemerintah kepada perusahaan yang akan menerapkan tatanan normal baru, di antaranya adalah sedang mengkaji pembagian shift kerja 50% bekerja dari rumah dan 50% bekerja di kantor bagi karyawan Astra setelah kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai dilonggarkan.

Namun demikian, protokol kesehatan secara ketat tetap dilakukan antara lain dengan menjaga jarak, penggunaan masker dan perlengakapan lainnya yang dianjurkan pemerintah.

"Grup Astra akan ikut kebijakan pemerintah, akan bertahap seperti itu, artinya akan ada pembagian secara jumlah karyawan dan waktu kerja. Semua akan menyesuaikan dengan perkembangan informasi dari pemerintah pusat dan daerah," kata Tira, saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2020).


5.Garuda Rumahkan 800 Tenaga Kontrak, Berapa Pilot yang Kena?
Maskapai penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), merumahkan sementara waktu sekitar 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama 3 bulan terhitung sejak 14 Mei 2020.

Perusahaan bakal menyelesaikan lebih awal kontrak kerja dari masa kontrak yang berlaku dengan tetap membayarkan kewajiban sesuai dengan kontrak tersebut. Hanya saja perseroan tidak mengungkapkan berapa jumlah detail pilot tidak tetap dari total 800 karyawan kontrak ini.

Sumber CNBC Indonesia dari internal perusahaan menyebutkan bahwa saat ini jumlah pilot dengan status hubungan kerja waktu tertentu di Garuda saat ini berjumlah 135 orang.

"Keputusan Direktur Utama untuk pemutusan hubungan kerja Pilot adalah yang berstatus pegawai kontrak bukan pegawai tetap. Total Pilot Pegawai kontrak yang ada di Garuda kalau saya tidak salah 135 orang," kata sumber tersebut kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2020).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan kebijakan merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan yang perlu ditempuh perusahaan di samping upaya-upaya strategis lain yang telah dilakukan.

Hal ini dilakukan guna memastikan keberlangsungan perseroan tetap terjaga di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19.


6.Laba Q1 Melesat 90%, Bumi Resources Minerals Bidik Akuisisi
Anak usaha PT Bumi Resources di bisnis tambang emas, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil mencatatkan laba bersih US$ 165.057 atau setara dengan Rp 2,43 miliar (asumsi kurs Rp 14.700/US$) pada kuartal I-2020, melesat 90% dari periode yang sama tahun lalu US$ 86.650.

Berdasarkan laporan keuangan BRMS, laba bersih ini dibukukan di tengah penurunan pendapatan perusahaan menjadi US$ 991.860 atau Rp 14,58 miliar turun 21% dari periode yang sama tahun lalu US$ 1,26 juta atau Rp 18,53 miliar.

Pendapatan ini merupakan jasa penasehat pertambangan yang diberikan oleh BRSM terhadap Bellridge Holdings Limited (Bellridge) untuk periode 3 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2020 dan 2019 masing-masing sebesar US$ 892.000 dan US$1.260.530 dan hasil dari penjualan persediaan bijih di stockpiles milik PT Citra Palu Minerals (CPM), entitas Anak, untuk periode 3 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2020 sebesar US$ 99.860.



7.Pasien Turun, OMNI Hospitals PHK 226, Pangkas Gaji 1.042 Staf
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), pengelola jaringan rumah sakit OMNI Hospitals, mengungkapkan dampak pandemi virus corona (Covid-19) terhadap penurunan bisnis perusahaan dan efisiensi karyawan.

Sekretaris Perusahaan Sarana Meditama, Yudha Dewangga Kusuma, mengatakan dampak pandemi Covid-19 berimbas pada pembatasan operasional perusahaan, dengan periode sekitar 3 bulan lebih. "Jumlah pasien menurun dan berdampak pada pendapatan perusahaan," katanya dalam surat jawaban kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dilansir Senin (1/6/2020).

Besaran kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang terhenti dan/atau mengalami pembatasan operasional tersebut terhadap total pendapatan (konsolidasi) tahun 2019 diperkirakan 51-75%.

Sementara itu, dari sisi SDM, jumlah karyawan tetap dan tidak tetap per Desember 2019 mencapai 1.385 orang, sementara hingga Mei 2020 sebanyak 1.138 orang atau berkurang 247 orang.



[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading