Sempat PHK Pegawai, RS OMNI Bakal Rights Issue Rp 1,4 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 October 2020 16:18
Demo Karyawan Rumah Sakit OMNI, Alam Sutera. Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Induk usaha rumah sakit OMNI Hospitals, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) berencana mengakuisisi seluruh saham perusahaan rumah sakit PT Elang Medika Corpora (EMC) senilai Rp 1,25 triliun.

Untuk memuluskan rencana ini maka perusahaan akan melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan, sebesar 99,99% saham EMC akan diambilalih dari pemegang saham lama yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan harga Rp 1.000/saham.


EMC merupakan perusahaan yang secara tidak langsung memiliki usaha rumah sakit.

Sementara EMTK adalah grup media yang dikendalikan keluarga Sariatmadja dengan bisnis stasiun televisi SCTV dan Indosiar melalui PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Untuk rencana akuisisi ini, maka perusahaan akan melakukan rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10,3 miliar saham baru dengan nominal Rp 20/saham.

"Informasi keuangan konsolidasian proforma ini disusun dengan menggunakan asumsi bahwa perseroan akan melakukan peningkatan modal saham dengan HMETD sebesar Rp 1,40 triliun," tulis prospektus tersebut, Senin (19/10/2020).

Untuk itu perusahaan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 November mendatang guna meminta persetujuan pemegang saham.

Pengambilalihan ini dilakukan perusahaan untuk memperluas pangsa pasar dan menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan grup perusahaan rumah sakit lainnya dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dengan dilakukannya transaksi ini maka diharapkan adanya efisiensi dalam operasional perusahaan.

Dengan demikian, hal tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian di masa yang akan datang.

Selain itu juga diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

"Perseroan mengharapkan setelah rencana transaksi menjadi efektif, perseroan dapat meningkatkan posisi perseroan dan EMC dalam kegiatan usahanya pada bidang rumah sakit," tulis manajemen SAME.  

"Transaksi juga merupakan upaya perseroan untuk meningkatkan struktur permodalan dan nilai kapitalisasi pasar perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan dan seluruh pemegang saham."

Sebelumnya, pada Juni silam, manajemen SAME, mengungkapkan dampak pandemi virus corona (Covid-19) terhadap penurunan bisnis perusahaan dan efisiensi karyawan.

Sekretaris Perusahaan SAME, Yudha Dewangga Kusuma, mengatakan dampak pandemi Covid-19 berimbas pada pembatasan operasional perusahaan, dengan periode sekitar 3 bulan lebih.

"Jumlah pasien menurun dan berdampak pada pendapatan perusahaan," katanya dalam surat jawaban kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dilansir Senin (1/6/2020).

Besaran kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang terhenti dan/atau mengalami pembatasan operasional tersebut terhadap total pendapatan (konsolidasi) tahun 2019 diperkirakan 51-75%.

Sementara itu, dari sisi SDM, jumlah karyawan tetap dan tidak tetap per Desember 2019 mencapai 1.385 orang, sementara hingga Mei 2020 sebanyak 1.138 orang atau berkurang 247 orang.

Adapun yang di-PHK mencapai 226 orang, tak ada yang dirumahkan, dan ada 1.042 karyawan yang terdampak dengan status lain misalnya pemotongan gaji 50%.

Sepanjang tahun lalu, pendapatan perusahaan turun 44% menjadi Rp 529,32 miliar dari tahun sebelumnya Rp 952,08 miliar, sementara perusahaan menderita merugi bersih Rp 114,38 miliar, padahal di 2018 masih untung Rp 58,88 miliar.

Kerugian ini salah satunya karena faktor adanya pos rugi penurunan nilai aset tetap sebesar Rp 33,86 miliar dari sebelumnya nihil.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading