Saham Menukik, Induk SCTV & Indosiar Buyback Saham Rp 1,3 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 October 2020 08:51
Gedung SCTV Foto: IST

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola dua stasiun televisi SCTV dan Indosiar, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) bakal melakukan pembelian kembali (buyback) saham paling banyak 20% saham perusahaan dari modal disetor perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk aksi korporasi ini perusahaan telah menyiapkan dana senilai Rp 1,3 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, buyback ini dilaksanakan dengan diterbitkannya SEOJK 3/2020, sehingga membuka peluang bagi perusahaan untuk melakukan Pembelian Kembali Saham tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.


Untuk itu, buyback ini akan akan dilaksanakan selama periode 9 September sampai dengan 8 Desember 2020 nanti.

Jumlah yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor dan ditempatkan dalam perusahaan harus tetap dimiliki masyarakat. Jumlah ini juga dengan memperhitungkan saham treasuri eksisting.

Dana senilai Rp 1,3 triliun yang disiapkan ini berasal dari kas internal perusahaan, tidak termasuk biaya transaksi, biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya yang berkaitan dengan aksi korporasi tersebut.

Perusahaan menegaskan bahwa penggunaan kas internal untuk membiayai Pembelian Kembali Saham tersebut tidak akan menyebabkan kekayaan bersih perusahaan menjadi lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan.

Adapun saat ini perusahaan telah melakukan penyisihan cadangan wajib sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

"Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Direksi Perseroan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis keterbukaan tersebut, dikutip Senin (19/10/2020).

Adapun sepanjang tahun ini kinerja saham SCMA telah terkoreksi 7,80% dan pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Jumat (16/10/2020) saham perusahaan ditutup pada Rp 1.300/saham. Dalam 3 tahun terakhir, saham SCMA minus 44%.

Saham yang saat ini beredar di publik sebesar 27,4% dengan jumlah saham tresuri yang masih eksisting sebesar 5,89%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading