Internasional

10 Negara Terbaik Investasi saat Covid-19, RI Nomor Berapa?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
03 June 2020 06:20
Soccer Football - World Cup - Semi-Final - Croatia v England - Zagreb, Croatia - July 11, 2018. Croatia's fans watch the broadcast of the World Cup semi-final match between Croatia and England in the fan zone. REUTERS/Antonio Bronic

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat lembaran tahun 2020 dibuka, investor pun bertanya, di manakah lokasi yang tepat untuk berinvestasi? Namun dengan kondisi global saat ini yang tengah diserang pandemi Covid-19, membuat investor belum bisa menentukan keputusan yang tepat ke negara mana yang menjadi tujuan investasinya.

Pandemi Covid-19 saat ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi banyak investor. The Congressional Research Service bahkan mengklaim pandemi ini dapat memangkas 2% pertumbuhan ekonomi global. JPMorgan juga meramalkan bahwa ada kemungkinan 60% terjadi resesi ekonomi tahun 2020.

Resesi terjadi ketika dua kuartal berturut-turut ekonomi suatu negara tumbuh minus. Maka dengan demikian, jawaban untuk pertanyaan "di mana tempat yang tepat untuk berinvestasi" memang tidak pernah terjawab dengan pasti.

Hanya saja, yang menjadi satu fakta adalah bahwa tidak semua negara akan terpengaruh secara signifikan karena berkaitan kondisi negara tersebut dan kebijakan yang dilakukan.

Beberapa negara mampu mengantisipasi krisis dan membentengi diri dengan strategi kebijakan fiskal dan moneter demi menahan kehancuran ekonomi. Negara-negara tersebut juga dinilai mampu bertumbuh secara mandiri, dengan keterkaitan dengan pasar global yang minim, sehingga dampak pandemi tak begitu keras menghantam.


Bank Dunia Group menyebutkan ada empat faktor unik yang memotivasi seorang individu atau entitas bisnis untuk berinvestasi di suatu negara. Keempatnya yakni sumber daya alam (SDA), pasar, efisiensi, dan aset strategis negara tersebut (seperti teknologi dan mereknya).

Dengan menggunakan empat faktor penentu kategori ini, terungkap peringkat Negara Terbaik untuk Berinvestasi 2020 berdasarkan 10 parameter yakni indeks korupsi, lingkungan pajak, stabilitas ekonomi, kebebasan wirausaha, inovasi, tenaga kerja terampil dan keahlian teknologi, infrastruktur, perlindungan investor, birokrasi, dan kualitas hidup.

Inilah peringkat 10 negara terbaik untuk berinvestasi pada tahun 2020, dilansir dari London Post.

1. Kroasia
Kroasia saat ini menempati urutan pertama dalam daftar negara terbaik untuk berinvestasi saat pandemi. Pertumbuhan negara bekas pecahan Yugoslavia ini luar biasa karena tahun lalu, ia berada di peringkat 25 untuk investasi.

Pertumbuhan ekonomi stabil negara Eropa ini, ditambah dengan populasi jumlah wirausaha dan inovasi yang dilakukan telah membuat investor asing sangat optimistis tentang bisnis yang progresif dan kondusif di negeri ini. Pada kuartal pertama 2019, Kroasia mencatatkan nilai investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) lebih dari US$ 389 juta atau sekitar Rp 5,72 triliun (kurs Rp 14.700/US$).

2. Thailand
Thailand menempati posisi kedua pada peringkat Negara Terbaik 2020 untuk Berinvestasi. Negara ini mendapatkan berkah dari tensi perang dagang AS-China.

Banyak investor sudah muak dengan drama Beijing dan Washington, sehingga para investor mulai mengalihkan perhatian mereka ke Thailand. Dalam 9 bulan pertama tahun 2019, total investasi langsung asing atau FDI naik 69%, dibandingkan dengan periode yang sama 2018. Sebesar 65% dari FDI tersebut didominasi sektor otomotif, elektronik dan listrik, dan digital. Pertumbuhan ekonomi Thailand dan indikator fundamental ekonomi yang kuat membuat Forbes mendaftarkan negara itu sebagai pasar ke-8 terbaik pada 2020.

3. Inggris
UK alias Inggris stabil secara ekonomi dan memiliki tenaga kerja terampil, dengan keahlian teknologi. Menurut data PBB, Inggris adalah negara keenam yang menarik paling banyak arus investasi asing langsung atau FDI.

Dalam 7 bulan pertama 2019, perusahaan teknologi AS dan Asia menginvestasikan US$ 3,7 miliar atau sekitar Rp 54 triliun di perusahaan teknologi di Britania Raya ini. Jumlahnya melampaui periode yang sama tahun sebelumnya US$ 2,9 miliar. Meskipun Inggris sudah minggar dari Uni Eropa alias Brexit, UK tetap menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia dan memiliki pasar industri yang menjanjikan dan kompetitif.


4. Indonesia

Dengan sokongan sekitar 650 emiten (perusahaan terbuka) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kapitalisasi pasar melebihi US$ 500 miliar atau Rp 7.350 triliun, Indonesia menawarkan menjadi salah satu pasar saham terbesar di Asia.

Ditambah lagi dengan potensi demografi dengan total 260 juta penduduknya, ini menjadi pasar konsumen yang sangat kuat. Pasar konsumen Indonesia sebagian besar belum dipetakan dengan komprehensif, sehingga potensinya sangat besar. Indonesia dianggap pilihan nomor satu jika investor tertarik berinvestasi di produk manufaktur atau konsumen.

Ekonomi Indonesia dinilai kuat dan tengah menggenjot investasi besar-besaran di bidang transportasi dan infrastruktur sehingga membuat negara di Asia Tenggara ini layak untuk investasi. Satu-satunya downside alias yang menurunkan prospek Indonesia adalah investasi bagi warga asing hanya terbatas pada properti dan prasarana.

5. India
Menurut PBB, India adalah salah satu dari 10 negara dengan jumlah investasi langsung asing atau FDI tertinggi. India masuk dalam 5 besar negara terbaik untuk berinvestasi sejak 2019. Raksasa Asia ini juga sudah berinvestasi begitu banyak dalam penelitian dan pengembangan dan, termasuk di antara negara-negara teratas yang memiliki tenaga kerja yang relatif terampil.



[Gambas:Video CNBC]




Dari Italia hingga Singapura, Siapa Terbaik?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading