Newsletter

Racikan 'Obat Kuat' Hari Ini : Vaksin, New Normal & Stimulus

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
27 May 2020 06:00
A lab assistant holds a blood sample to be tested for COVID-19 antibodies, Tuesday, April 28, 2020, at Principle Health Systems and SynerGene Laboratory, in Houston. The company, which opened two new testing locations Tuesday, is now offering a new COVID-19 antibody test developed by Abbott Laboratories. (AP Photo/David J. Phillip)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kemarin merupakan hari pertama pasar keuangan Indonesia kembali dibuka setelah libur hari raya Idul Fitri. Pada perdagangan hari pertama pasar finansial Tanah Air ditutup tak kompak dengan rupiah mengalami pelemahan dan jadi yang terburuk di Benua Kuning.

Banjir sentimen positif dari pelonggaran lockdown dan segala pembatasannya serta kabar baik terkait progres terbaru pengembangan vaksin corona membuat aset-aset berisiko dan aset di negara berkembang mengalami penguatan.




Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan apresiasi sebesar 1,78%. IHSG berhasil melesat ke 4.626,79. Apresiasi ini juga tak lepas dari wacana new normal yang kian santer terdengar di dalam negeri.  

Kemarin RI-1 Joko Widodo (Jokowi) pada pagi hari datang ke stasiun MRT dan siangnya berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan di kota Bekasi. Melalui akun media sosial resminya di instagram, Jokowi menegaskan kunjungannya ke dua lokasi tersebut adalah untuk meninjau kesiapan prosedur standar tatanan baru hidup new normal di berbagai sarana publik. 

"Saya datang ke Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat untuk memastikan pelaksanaan kegiatan kita menuju ke sebuah tatanan baru ke sebuah normal yang baru," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu pada Selasa (26/5/2020).

Kemunculan Jokowi di dua lokasi tersebut membuat pasar merespons positif. IHSG ditutup menguat dengan sektor barang konsumsi berhasil naik 6,41% dan sektor transportasi mengalami apresiasi sebesar 5,71%.

Sentimen positif ini juga membuat harga surat utang pemerintah RI bergerak ke utara. Hal ini tercermin dari penurunan imbal hasil (yield) untuk obligasi berbagai tenor. Seri acuan yang paling menguat adalah FR0083 yang bertenor 20 tahun dengan penurunan yield 8,40 basis poin (bps) menjadi 7,94%.

Namun kabar baik tersebut tak lantas membuat nilai tukar rupiah mengalami nasib yang sama seperti saham dan surat utang pemerintah. Kemarin, di pasar spot nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,34% di hadapan dolar AS dan dibanderol Rp 14.730/US$.



Sejatinya rupiah memang sudah menguat signifikan setelah menyentuh level terendahnya di Rp 16.550/US$ pada 23 Maret lalu. Walau sentimen sedang bagus-bagusnya, penguatan rupiah yang terlampau signifikan menjadi faktor pengganjal mata uang Garuda untuk semakin perkasa.

Sepanjang pekan lalu nilai tukar rupiah menguat lebih dari 1% ke Rp 14.680/US$, dan kembali menyentuh level terkuat sejak 13 Maret. Rupiah sebenarnya sudah menguat sejak awal April, total penguatan yang dibukukan nyaris 10% hingga penutupan perdagangan Rabu (20/5/2020) lalu. Penguatan tajam tersebut dan posisi rupiah di level terkuat lebih dari 2 bulan membuatnya diterpa profit taking.

Mayoritas mata uang Asia menguat melawan dolar AS kemarin, hanya rupiah dan yen Jepang yang melemah, yuan China juga melemah tipis nyaris stagnan, tetapi di awal perdagangan sempat menguat.

Dalam beberapa pekan terakhir euforia terkait vaksin corona dan wacana new normal sangat kental terasa di pasar. Awal pekan lalu pasar dibuat sumringah dengan kabar baik yang datang dari kandidat vaksin buatan Moderna yaitu mRNA-1273. 

Hasil awal uji klinis kandidat vaksin Moderna menunjukkan bahwa mRNA-1273 mampu memicu munculnya respons imun yang ditandai dengan adanya produksi antibodi setelah diujikan pada 45 sukarelawan.

"Data sementara menunjukkan bahwa vaksinasi dengan mRNA-1273 memunculkan respons kekebalan tubuh yang cukup signifikan untuk pasien yang terinfeksi virus secara alami dimulai dengan dosis serendah 25 μg," kata Tal Zaks, MD, Ph.D., selaku Ketua petugas medis.

Di akhir pekan giliran vaksin buatan China hasil kerja sama antara Cansino Biologics dan Beijing Institute of Technology (Ad5-nCoV) yang membawa kabar baik. 

"Hasil ini merupakan tonggak penting. Percobaan ini menunjukkan bahwa dosis tunggal dari vaksin baru adenovirus tipe 5 vektor COVID-19 (Ad5-nCoV) menghasilkan antibodi spesifik virus dan sel T dalam 14 hari, menjadikannya kandidat potensial untuk selanjutnya investigasi ", kata Profesor Wei Chen dari Institut Bioteknologi Beijing di Beijing, China.

Tak sampai di situ saja, di awal pekan satu kandidat vaksin corona juga memasuki fase uji klinis. Novavax, Inc. mengumumkan pendaftaran peserta pertama dalam uji klinis fase 1/2 untuk kandidat vaksin miliknya, NVX-CoV2373, sebuah protein rekombinan yang dibuat menggunakan teknologi partikel nano miliknya. Hasil imunogenisitas dan keamanan awal dari bagian Fase 1 dari uji coba ini diharapkan rilis pada bulan Juli 2020.

Daftar Kandidat Vaksin Corona Penggerak Pasar

Nama VaksinPengembangTipe VaksinProgres
mRNA-1273ModernamRNAUji Klinis
AZD1222Oxford Uni & Astra ZeneccaEngineered VirusUji Klinis
Ad5-nCoVCansino BiologicsEngineered VirusUji Klinis
NVX-CoV2373NovavaxProtein RekombinanUji Klinis

Sumber : WHO

Progress pengembangan vaksin dan mulai kembalinya aktivitas perekonomian di beberapa negara terutama Eropa seperti di Perancis dan Jerman jadi faktor yang membuat pasar jadi lebih sumringah dalam menyongsong era kehidupan baru pasca pandemi.

[Gambas:Video CNBC]



Usai Libur, Wall Street Catatkan 'Epic Comeback'
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading