BNI Bakal Rilis MTN hingga Rp 30 T di Bursa Singapura

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
11 May 2020 19:12
Dok: BNI
Jakarta, CNBC IndonesiaPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membentuk program Euro Medium Term Notes (EMTN) di Singapore Stock Exchange (SGX-ST) yang memungkinkan perusahaan secara bertahap bisa menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) denominasi mata uang asing dengan nilai pokok sebanyak-banyaknya US$ 2 miliar atau setara Rp 30 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$).

Sekretaris Perusahaan BBNI Meiliana mengatakan pembentukkan Program Euro Medium Term Notes dan pendaftaran pada Singapore Stock Exchange tersebut dilakukan pada 6 Mei 2020.

"Kami telah membentuk program EMTN
 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya US$ 2 miliar dan mendaftarkan Program EMTN tersebut pada SGX-ST," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (11/5/2020).

Berdasarkan Program EMTN, perseroan dapat menerbitkan surat utang secara bertahap dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya US$ 2 miliar.



Adapun rencana penawaran dan penerbitan surat utang berdasarkan Program EMTN (termasuk ketentuan mengenai nilai pokok, suku bunga dan tenor surat utang terkait) akan dilakukan di kemudian hari dengan memperhatikan kebutuhan BBNI serta situasi dan kondisi pasar global, dan akan ditawarkan kepada investor dengan tunduk pada Regulation S (Reg S) berdasarkan US Securities Act.

"Pembentukan Program EMTN dan rencana penerbitan surat utang di dalamnya akan berdampak positif bagi BBNI karena ditujukan antara lain untuk ekspansi bisnis dan pembiayaan kembali utang yang telah ada
(debt refinancing)," jelas Meiliana.

Dia mengatakan pembentukan Program EMTN dan penawaran yang nantinya akan dilakukan berdasarkan Program EMTN bukan merupakan penawaran umum di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya.


"Apabila setiap penerbitan surat utang berdasarkan Program EMTN ini nantinya dilakukan dan merupakan Transaksi Material sebagaimana Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, maka BBNI akan tunduk pada ketentuan yang berlaku di dalam POJK 17/2020," terangnya.

Mengacu data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), BBNI punya utang jatuh tempo pada 11 Juli 2022 atas Obligasi Berkelanjutan I BNI Tahap I Tahun 2017 senilai Rp 3 triliun.

Khusus untuk MTN, BBNI juga punya utang jatuh tempo pada 10 Agustus 2023 sebesar Rp 100 miliar yakni MTN Subordinasi I BNI Tahun 2018.


[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading