Pandemi Tak Halangi Produktivitas Petani Bawang Putih NTB

Entrepreneur - dob, CNBC Indonesia
11 May 2020 16:22
Kuli panggul mengangkat karung bawang putih di Pasar Kramat jati,  Jakarta Timur, Selasa 7/5. Pedagang Los Eceran dikawasan pasar Kramat jati menjual bawang putih Rp 35.000 per kilogram turun dari harga sebelumnya Rp45.000 karena pasokan bawang putih sudah sedikit stabil. Harga bawang putih yang dijual Eceran seharga Rp50. 000 sampai Rp60. 000. Harga bawang  merah naik sedikit dari Rp 20.000 menjadi Rp 22. 000 harga Los Eceran. Harga Cabe merah turun menjadi Rp 25.000 turun saat kemarin naik Rp 30.000 sampai Rp 40.000.   (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia- Untuk menekan penyebaran virus COVID-19, pemerintah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta menghimbau masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Berbagai sektor usaha pun terkena imbas karena pola hidup masyarakat yang ikut berubah.

Di saat banyak pengusaha yang tidak dapat menjalankan usahanya secara optimal, Abdul Rais dan para petani di Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat tetap beraktivitas seperti biasa. Pandemi ini secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi usaha pertanian bawang putih. Pemerintah memutuskan untuk menghentikan kegiatan impor dari China yang salah satunya mencakup komoditas bawang putih.

Rais merasa bersyukur karena tanaman bawang putihnya telah siap panen. Bawang putih di Pulau Lombok sendiri dikenal memiliki keunggulan dapat tumbuh subur di dataran rendah dan kurang subur serta memiliki ukuran yang besar.


"Pertanian merupakan sektor utama yang menghidupi keluarga di daerah Sembalun. Sekitar 6.700 jiwa menaman bawang putih dengan tanaman tumpang sari sebagai selingan. Hadirnya BNI turut meningkatkan kesejahteraan petani di sini dengan akses pembiayaan yang mudah dan ringan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebelum ada BNI, para petani masih bergantung pada rentenir yang memberikan bunga yang sangat tinggi," ujar Rais.


Rais mengatakan, dengan ada physical distancing koordinasi antar petani dilakukan menggunakan sarana telepon dan aplikasi Whatsapp Messenger. Hal-hal yang dikoordinasikan adalah seputar pasokan benih, pupuk, penjualan, hingga akses pembiayaan. Rais turut membantu mengkoordinir para anggota dalam memperoleh pinjaman KUR ke BNI.

Dalam hal pengajuan pinjaman, berkas dikoordinasi oleh ketua kelompok tani secara kolektif untuk diserahkan dan diproses oleh BNI Kantor Cabang Mataram. Sedangkan, untuk pelunasannya, petani biasanya cukup melakukan setoran ke BNI Kantor Cabang Sembalun atau melalui Agen46 (Agen LAKUPANDAI BNI) terdekat.

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P Setyawati menuturkan, hadirnya BNI sejak 3 tahun ini di Kecamatan Sembalun dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya melalui KUR dengan bunga yang ringan dengan sistem tidak diangsur, melainkan Yarnen (Bayar Ketika Panen) atau lunas setelah panen.


Pola Yarnen ini tidak hanya berlaku pada bawang Sembalun, namun juga kepada petani usaha padi, jagung dan lain sebagainya di Jawa Timur serta seluruh sentra pertanian di Indonesia, Penyaluran KUR ke sektor pertanian menjadi salah satu strategi tumpuan dalam masa covid-19.

Sampai dengan April 2020, BNI telah menyalurkan KUR Tani sebesar Rp 47,495 miliar kepada 3.705 petani di Sembalun. (dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading