Bisnis Dihantam Corona, Ini Strategi AirAsia Demi Bertahan

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
04 May 2020 16:46
FILE PHOTO: An AirAsia X Airbus A340 passenger jet arrives on its inaugural flight from Kuala Lumpur to Paris Orly Airport February 14, 2011.  REUTERS/Charles Platiau

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah memperpanjang masa penghentian sementara penerbangan di Indonesia, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) resmi melakukan pengalihan bisnis dengan melakukan penerbangan sewa kargo (cargo charter flight) dan pesawat carter (passenger charter).

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga mengatakan, dalam menghadapi pandemi Covid-19, lini bisnis yang dulunya bukan menjadi bisnis utama, saat ini justru menjadi strategi baru bagi perusahaan untuk menekan dampak negatif pandemi di tubuh AirAsia.

"Dari krisis selalu ada opportunity [peluang], tidak melulu krisis berdampak negatif. Sebelumnya kami bisnis penerbangan charter dan kargo adalah add on business. Tapi dengan keadaan seperti ini, kami dituntut lincah dan beradaptasi dan melakukan bisnis ini lebih besar dari sebelumnya", jelas Vera dalam interview virtual dengan CNBC Indonesia, Senin (04/05/20).

Vera menambahkan, penerbangan domestik AirAsia Indonesia baru diaktifkan kembali pada 1 Juni mendatang, seiring dengan aturan larangan penerbangan dari pemerintah.

Adapun untuk penerbangan internasional, akan kembali dibuka pada 18 Mei 2020 dengan rute internasional Surabaya-Johor Baharu dan sebaliknya.


"Keadaannya uncertain [tak pasti], setiap hari ada perubahan baru jadi kami terus memonitor perkembangannya. Karena ini pembukaan rute terbatas dalam kondisi khusus, jadi kami berusaha semaksimal mungkin memenuhi arahan dan himbauan dari pemerintah", tambahnya.

Lebih lanjut, AirAsia Indonesia di tahun ini akan melakukan review ulang dan menunda rencana bisnis di dalam negeri hingga kondisi pandemi berangsur pulih.

Meski terus melakukan langkah ekspansif di Indonesia, Vera menyebut bahwa saat ini jaminan kesehatan bagi semua karyawan perusahaan menjadi fokus utama yang dilakukan perusahaan.

Dia juga menegaskan bahwa perusahaan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) meskipun pandemi Covid-19 turut menekan industri penerbangan termasuk perusahaan.

Langkah utama yang dilakukan perusahaan saat ini ialah dengan mengubah strategi perusahaan, efisiensi, hingga perubahan model bisnis dari biasanya, guna mencegah dampak semakin dalam ke tubuh AirAsia.

"Kalau kami lihat kondisi saat ini sangat berat sekali termasuk Airlines yang menjadi garda terdepan. Tapi buat kami let's see perkembangan apa yang bisa kami lakukan, dan kami memastikan bahwa PHK merupakan hal terakhir yang dilakukan", ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading