Ini 10 Saham LQ45 Terburuk Saat Covid-19, Ada yang Drop 72%

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
04 May 2020 14:55
Infografis: Anggota baru Indeks LQ45 Yang Masuk dan Yang Terdepak

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja saham saham-saham likuid di daftar LQ45 tertekan habis-habisan selama wabah pandemi corona menjadi sentimen utama di pasar keuangan dunia. Sebanyak 10 saham tercatat anjlok lebih dari 47% selama tahun berjalan (year tp date/YTF). 

Mengacu data BEI, secara tahun berjalan (year to date/YTD), indeks LQ45 sudah terkoreksi cukup dalam sebesar 325,81 poin atau 47,31% menjadi 688,64 pada penutupan perdagangan sesi I hari Senin (4/5/2020).

Berdasarkan data BEI, nyaris semua saham indeks LQ45 terkoreksi secara year to date (YTD).

Namun ada 10 saham LQ45 dengan koreksi yang paling dalam pada periode tersebut yang turun lebih dari 45% yakni:


  1. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) (-72,21%) di level Rp 1.170/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 3,28 triliun.
  2. PT Perusahaan Gas negara Tbk (PGAS) (-62,21%) di level Rp 820/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 19,88 triliun.
  3. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) (-60,61%) di level Rp 585/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 7,94 triliun.
  4. PT PP Tbk (PTPP) (-59,62%) di level Rp 640/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 3,97 triliun.
  5. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (-59,43%) di level Rp 860/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 9,11 triliun.
  6. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) (-55,03%) di level Rp 895/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 8,03 triliun.
  7. PT Pabrik Kerta Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) (-52,6%) di level Rp 4.870/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 15,16 triliun.
  8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) (-50,06%) di level Rp 3.920/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 73,1 triliun.
  9. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) (-49,52%) di level Rp 525/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 9,74 triliun.
  10. PT Astra International Tbk (ASII) (-47,58%) di level Rp 3.630/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 146,96 triliun.



Sementara hanya satu emiten LQ45 yang justru membukukan keuntungan secara tahun berjalan, yaitu PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 12,42%, Rp 905/saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 46,17 triliun. TWOR bergerak dibidang investasi dan jasa penunjang telekomunikasi.

Penguatan TOWR juga ditopang oleh ekspektasi work from home (WFH) bakal memicu lonjakan penggunaan data seluler dan yang terkait dengan bidang telekomunikasi.

Indeks Saham LQ45 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Saham yang bisa masuk daftar saham LQ45 minimal telah tercatat di BEI selama sedikitnya tiga bulan, serta memiliki kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan yang tinggi. Karenanya, emiten dalam daftar saham LQ45 sering pula disebut sebagai saham unggulan atau saham favorit.

[Gambas:Video CNBC]

 

Depresiasi yang terjadi pada indeks LQ45 selama tahun berjalan tentunya tak luput dari pandemi virus corona (Coronavirus Disease 2019/COVID-19) yang pertama kali muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei, China, telah menjangkiti seluruh negara termasuk  Indonesia yang membuat hampir semua lini ekonomi terkontraksi.

Sementara penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menghambat penyebaran virus corona tentunya bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Baik dari pasar modal, pasar keuangan hingga sektor riil.

Pembatasan aktivitas sosial tersebut membuat kegiatan ekonomi ikut melambat. Investor khawatir banyak perusahaan yang sahamnya tercatat di indek LQ45 akan terganggu, inilah yang membuat harga saham-saham tersebut mengalami koreksi dalam. 

TIM RISET CNBC INDONESIA
(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading