Efek Covid-19

Bos AirAsia Tak Terima Gaji, Honor Karyawan pun Dipangkas

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
13 April 2020 09:05
Pendiri dan bos AirAsia Group, Tony Fernandes, memberikan penjelasan kepada para pengguna maskapai murah asal Malaysia tersebut.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri dan bos AirAsia Group, Tony Fernandes, memberikan penjelasan kepada para pengguna maskapai murah asal Malaysia tersebut terkait dengan kondisi perusahaan serta strategi bertahan di tengah kondisi berat industri maskapai penerbangan yang terkena dampak pandemi virus corona (Covid-19) secara global.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, @TonyFernandes, dia mengatakan kondisi ini adalah yang pertama kali terjadi selama membangun AirAsia dalam 20 tahun terakhir.

[Gambas:Instagram]


"Ketika Kamarudin [Kamarudin bin Meranun, Non-Independent Executive Chairman] dan saya memulai AirAsia 20 tahun lalu, kami punya mimpi setiap orang bisa mendapatkan kesempatan untuk terbang. Tapi sayangnya, kesempatan itu sedang hilang untuk saat ini," kata Tony.

"Kondisi saat ini tidak pernah terbayangkan dan tak ada yang bisa memprediksi. Jadi kami ingin terbuka dan transparan dengan kondisi saat ini," katanya.

Dia menyebutkan perusahaan tidak mendapatkan pemasukan akibat 96% armada perusahaan tidak beroperasi di tengah upaya untuk meminimalkan tingkat penyebaran pandemi corona.


Sementara perusahaan juga masih punya komitmen dari sisi biaya bahan bakar, dan beban sewa pesawat (leasing) yang juga terus berjalan. Kondisi ini tak bisa dinafikan, bahwa industri penerbangan tengah terkena hantaman yang cukup keras tanpa terkecuali juga dirasakan bagi AirAsia.

Sebab itu, dia menegaskan bahwa dirinya dan Kamarudin tidak mengambil gaji dalam periode ini. "Kamarudin dan saya tidak akan mengambil gaji selama periode ini," katanya.

Selain itu, seluruh karyawan juga telah menerima tawaran kebijakan pemangkasan gaji sementara dengan besaran antara 15-75%, tergantung dengan tingkat senioritas. Cara ini menurut dia menjadi satu-satunya strategi bertahan yang dapat ditempuh oleh perusahaan di tengah pandemi ini.

"Kami berterima kasih kepada mereka [para karyawan] atas pengertian dan pengorbanan ini," imbuhnya. "Kami juga berterimakasih dan apresiasi atas loyalitas kepada para penumpang setiap AirAsia, dan berharap kalian semua sehat selalu dan kita bisa bisa melewati ini semua. Kami meminta maaf banyak rencana perjalanan Anda yang terganggu dengan kondisi ini."

Tony juga menegaskan perseroan tetap berkomitmen melayani pelanggan dan memberikan pengembalian tiket atau refund kepada para penumpang. Hanya saja dia berharap penumpang bisa menerima tawaran kredit untuk pembatalan penerbangan ketimbang pengembalian dana. Pelanggan akan mendapatkan refund dalam waktu 12 minggu hingga 16 minggu ke depan.

Selain itu, Tony yang juga mantan Direktur Warner Music Malaysia ini juga meminta kepada 1.800 karyawannya untuk tetap melayani penumpang.

"Kami tidak selalu sempurna tetapi kami berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk semua orang," tegasnya.



Sebelumnya pada Februari lalu, Tony mengajukan pengunduran diri sementara dari posisi CEO perusahaan tersebut dan digantikan oleh Tharumalingam Kanagalingam atau lebih dikenal sebagai Bo Lingam sebagai Presiden Grup AirAsia, selama 2 bulan.

Penyelidikan kasus suap pengadaan pesawat, membuat Fernandes mengajukan pengunduran diri sementara. Dari situs AirAsia, Bo Lingam bergabung dengan AirAsia pada 2001 dan menjabat sebagai Manajer Operasional Lapangan, yang bertanggung jawab atas implementasi konsep berbiaya rendah dalam operasional dan pengadaan.

Tak hanya Tony, Kamarudin Meranun juga sempat melepaskan sementara jabatan mereka sebagai eksekutif di maskapai tersebut selama 2 bulan.

Adanya penyelidikan dugaan AirAsia menerima suap sebesar US$ 50 juta atau sekitar Rp 800 miliar (asumsi kurs Rp 16.000/US$) dari produsen pesawat terbang Airbus.


[Gambas:Video CNBC]


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading