Internasional

Tony Fernandes Mundur, Saham AirAsia Anjlok Hampir 20%

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
04 February 2020 16:50
Munculnya tuduhan kasus suap oleh produsen pesawat terbang Airbus, memicu CEO AirAsia Group Tony Fernandes mundur sementara.

Jakarta, CNBC Indonesia - Munculnya tuduhan kasus suap oleh produsen pesawat terbang Airbus, memicu CEO AirAsia Group Tony Fernandes dan Chairman Kamarudin Meranun melepaskan sementara jabatan mereka sebagai eksekutif di maskapai tersebut.

Kedua petinggi tersebut akan melepaskan jabatannya sementara selama 2 bulan di tengah penyelidikan dugaan AirAsia menerima suap US$ 50 juta atau setara sekitar Rp 680 miliar (asumsi kurs Rp 13.600/US$) dari produsen pesawat terbang Airbus.

Regulator Sekuritas Malaysia mengatakan akan menyelidiki apakah Grup AirAsia dan unit AirAsia X benar telah melanggar undang-undang pasar modal atau tidak.


Akibatnya, saham AirAsia Group BHD (AIRA.KL) dalam 2 hari ini turun tajam hampir 20% di Bursa Malaysia (KLSE). Sedangkan saham anak perusahaan perusahaan tersebut yakni AirAsia X turun hampir 8% dalam 2 hari dan turun 13,33% pada sepekan sebelumnya.

Sedangkan saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) sudah tidak diperdagangkan sejak 2 Agustus 2019. Suspensi saham CMPP karena perseroan belum memenuhi float (saham beredar) publik minimum 7,5% seperti yang disyaratkan pencatatan BEI.

Dalam pernyataan bersama, Fernandes dan Kamarudin membantah tuduhan melakukan kesalahan saat menjadi direktur AirAsia.

"Kami jelas tidak akan mengorbankan perusahaan yang kami bina sepanjang hidup kami hingga perusahaan ini [AirAsia] berada di pentas global saat ini," tulis mereka, dikutip Reuters.


Analis Pergerakan Saham AirAsia Group Bhd (AAGB MK)
Pada Selasa (4/2/2020), saham AirAsia Group diperdagangkan pada harga MYR 1,140/saham. Sahamnya berpotensi masih akan turun hingga menguji level harga MYR 0,976 dalam waktu beberapa pekan ke depan yang merupakan support level (batas bawah) terdekatnya. Jika tertembus, maka support level harga selanjutnya berada di MYR 0,855.

Tren saham tersebut memang dalam tren penurunan sebelum adanya kasus suap produsen pesawat tersebut. Hal ini tercermin dari posisi harganya yang bergerak di bawah rata-rata harganya selama 200 hari (moving average/MA200).


Sumber: Refinitiv (Diolah)


Analis Pergerakan Saham AirAsia X Bhd (AAX MK)
Saham AirAsia X diperdagangkan pada harga MYR 0,120. Tren saham tersebut memang dalam tren penurunan sebelum adanya kasus suap produsen pesawat tersebut. Hal ini tercermin dari posisi harganya yang bergerak di bawah rata-rata harganya selama 200 hari (moving average/MA200).

Indikator teknikal moving average convergence/divergence (MACD) menunjukkan saham tersebut masih dalam tren negatif. Belum terbentuknya persilangan emas (golden cross) pertanda bahwa saham tersebut harganya masih tertekan.

Sumber: Refinitiv (Diolah)

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]




(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading