Efek Covid-19

Deretan Emiten Ini Pangkas Gaji Karyawan, Semua Demi Survive!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
20 April 2020 15:28
Pengusaha memberi bantuan alat medis demi perangi Covid-19 (Dok.Sinar Mas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Covid-19) memberikan dampak negatif terhadap merosotnya pendapatan di hampir di seluruh lini bisnis, mulai dari usaha kecil menengah, ritel, transportasi, manufaktur, hingga bisnis lainnya di Tanah Air. Bukan hanya berimbas ke perusahaan non terbuka, tapi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun terdampak.

Salah satu strategi bertahan ialah dengan melakukan efisiensi, di antaranya dengan memangkas remunerasi pegawai lantaran arus kas perusahaan-perusahaan mengalami tekanan yang disebabkan dengan tren penurunan penjualan yang cukup tajam.

Di bisnis ritel fashion, emiten ritel Grup Lippo, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) juga melakukan beberapa langkah untuk bertahan. Perusahaan akhirnya menghentikan sementara seluruh gerai secara nasional sebagai respons kebijakan pembatasan sosial berskala besar untuk menghindari penularan pandemi virus corona.


Tak cukup di sana, emiten bersandi LPPF ini juga memangkas beban usaha yang tidak esensial seperti penurunan beban sewa yang bekerja sama dengan pengelola mal, penurunan beban pemasaran, melarang perjalanan dinas, penurunan beban sumber daya manusia dengan kombinasi pengurangan jam kerja hingga cuti tidak berbayar.

"Kami ada pemotongan remunerasi, penurunan gaji dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior," kata Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store Miranti Hadisusilo, kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2020).

Kendati demikian, manajemen memastikan tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. "Kami tidak ada lay off karyawan," ungkapnya.

Di bisnis transportasi, imbasnya juga besar. Emiten transportasi yang terdampak karena lesunya mobilitas masyarakat, juga terpaksa memotong gaji pegawai untuk bertahan hidup mulai.

Emiten maskapai BUMN PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melakukan pemangkasa gaji karyawan, mulai dari staf dengan persentase 10% dan direksi sebesar 50%. Manajemen Garuda Indonesia bakal melakukan pemotongan pembayaran take home pay (THP) karyawan mulai April ini hingga Juni mendatang.


Kebijakan ini juga diikuti oleh AirAsia Group yang kehilangan 96% pendapatan akibat wabah virus Corona. Akibatnya, seluruh karyawan AirAsia menerima tawaran kebijakan pemangkasan gaji sementara dengan besaran antara 15-75%, tergantung dengan tingkat senioritas.

Cara ini menurut sang pendiri, Tony Fernandes, dalam akun Instagram resminya, menjadi satu-satunya strategi bertahan yang dapat ditempuh oleh perusahaan di tengah pandemi ini. AirAsia Group punya anak usaha yang tercatat di BEI yakni PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP).

Sementara itu, maskapai penerbangan bertarif murah alias low cost carrier (LCC) yang masuk Grup Lion Air, Malindo Air yang berbasis di Malaysia juga mengeluarkan kebijakan untuk memotong gaji karyawan hingga 50% demi bertahan di tengah pandemi virus corona.

"Dengan hati yang berat, dengan tidak banyak piihan konkret lainnya, kami mengharapkan anda [para karyawan] mengambil potongan pembayaran gaji pokok hingga 50 persen dalam beberapa bulan ke depan sampai kondisi normal kembali," kata Mushafiz, dalam memo yang dikirim Jumat, 6 Maret 2020, dikutip dari Reuters, Sabtu (7/3/2020).

Sebagai informasi, belum ada grup Lion Air yang tercatat di BEI kendati Grup sebelumnya sudah mengagendakan Lion Air untuk mencatatkan saham di BEI.

Adapun, perusahaan penyedia layanan transportasi PT Blue Bird Tbk (BIRD) menempuh kebijakan serupa dengan melakukan pemangkasan gaji untuk level direksi dan komisaris perusahaan untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan.

Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan saat ini perusahaan melakukan upaya untuk mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan perusahaan mengingat pendapatan akan tergerus karena akibat pandemi ini.

"Kita dalam hal ini efisiensi cost dengan pangkas gaji direksi, sudah kami pangkas. Komisaris juga, untuk penghematan, lalu itu bertahap sesuai dengan kemampuan kami di area tersebut," kata Adrianto dalam dialog dengan CNBC Indonesia TV, Senin (20/4/2020).


 

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading