Sedih! Begini Nasib Karyawan Giant, Saat Resmi Tutup Juli

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 May 2021 14:20
@TikTok: shinta84.66

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen pengelola gerai Giant, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) memastikan keputusan penutupan seluruh gerai Giant mulai Juli mendatang akan berimbas pada nasib seluruh karyawan.

Diky Risbianto, Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menjelaskan, perseroan juga saat ini masih mempertimbangkan jumlah gerai yang akan dikonversi menjadi gerai IKEA atau Hero Supermarket.

"Dengan berat hati, kami menyampaikan, seluruh karyawan gerai Giant akan terdampak oleh keputusan ini. Kami masih mempertimbangkan jumlah gerai yang akan dikonversi menjadi gerai IKEA atau Hero Supermarket," kata Dicky, kepada CNBC Indonesia, Rabu (26/5/2021).


Dicky melanjutkan, manajemen saat ini masih bernegosiasi dengan pihak ketiga mengenai potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant.

"Anggota karyawan yang terdampak dapat melamar pekerjaan di lini bisnis kami yang lain. Kami juga berharap dapat menyediakan peluang baru seiring dengan pengembangan bisnis kami lainnya yang memiliki potensi pertumbuhan positif yaitu Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket," bebernya.

Namun, dia memastikan, manajemen HERO akan sepenuhnya berupaya untuk memperlakukan seluruh karyawan dengan penuh empati dan rasa hormat di masa perubahan portofolio ini.

"Kami juga akan memberikan karyawan yang terdampak akan diberikan kompensasi di atas jumlah yang direkomendasikan di UU Cipta Kerja. Ini merupakan ungkapan terima kasih kami atas dukungan mereka selama ini serta untuk membantu transisi mereka menuju kesempatan kerja yang baru," katanya.

CNBC Indonesia mencatat, penutupan gerai bukan hanya satu-satunya langkah yang telah dilakukan perusahaan sejak beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangannya, sejak akhir periode Desember 2017 hingga 31 Maret 2021 perusahaan telah mengurangi jumlah karyawan hingga 6.667 orang.

Pengurangan jumlah karyawan ini tampaknya telah rutin dilakukan perusahaan. Menurut laporan keuangannya dia akhir 2018, pada 31 Desember tahun itu jumlah karyawan sebanyak 13.734 orang, jumlah ini telah turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 14.642 orang.

Kemudian pada tahun berikutnya di 2019 jumlah karyawannya turun lebih banyak menjadi 9,917 orang karyawan.

Sepanjang 2020, tidak terjadi pengurangan karyawan namun dalam periode tiga bulan di awal tahun ini jumlah yang dikurangi mencapai 1.942 orang.

Pengurangan jumlah karyawan ini membuat perusahaan mengalami penurunan biaya. Di mana pada akhir 2017 biaya yang dikeluarkan perusahaan mencapai Rp 1,34 miliar, sedangkan pada akhir Desember 2020 biaya karyawan ini hanya Rp 1,16 miliar.

Di TikTok pun beredar video unggahan salah seorang karyawan Giant @shinta84.66, pada Selasa kemarin (25/5/2021).

"Akhirnya semua berakhir...RAKSASA tumbang #giantclosing #giant #tutuptoko #closingstore," tulis @shinta84.66 dalam keterangan video. akhirnya semua berakhir ... RAKSASA tumbang #giantclosing #giant #tutuptoko #closingstore ? Di sound ini banyak orang2 kuat - MILKAAAA.

Video ini pun diunggah kembali di akun Instagram @lambepelakor_.

[Gambas:Instagram]




[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading