Deretan 7 Ritel yang Tutup, Centro, Giant hingga Golden Truly

Market - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
26 May 2021 10:50
foto: foto : Giant Mampang Tutup (foto : Rehia Sebayang) Foto: Centro Bintaro Exchange (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satu tahun terkena pandemi Covid-19, kondisi ritel kian jatuh. Beberapa perusahaan ritel raksasa bahkan harus menutup operasional beberapa gerainya. Langkah itu diambil untuk menjawab tantangan pandemi akibat kondisi yang kian tidak menentu.

Selama 15 bulan ini, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sudah menyatakan bahwa ada ratusan ritel tutup. Pasalnya, setiap hari ada saja gerai yang berhenti beroperasi di Indonesia. Sektor ritel yang dimaksud termasuk ritel fashion, makanan, dan gerai ritel non-makanan lainnya.

"Kenyataannya kita lihat, Aprindo menghitung tahun 2020 setiap hari bahwa tutup hampir 5-6 toko, di 2021 tutup 1-2 toko," jelas Ketua Umum Aprindo Roy Mandey dalam program Closing Bell CNBC Indonesia,Selasa (25/5/21).

Berikut beberapa toko ritel yang harus menutup gerainya pada masa pandemi Covid-19, sebagian pengelola menutup beberapa gerainya tapi bukan perusahaannya, sebagian lagi menutup permanen brand tersebut misalnya Giant. Berikut rangkumannya.

1. Giant

Pada Selasa (25/5) manajemen PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengungkapkan semua gerai Giant akan ditutup pada Juli 2021. Gerai Giant akan dialihkan menjadi IKEA sebanyak 5 gerai dan sisanya menjadi gerai Hero.

Direktur HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo saat itu menyebut, perusahaan sedang melakukan transformasi besar-besaran agar ke depan bisnis HERO bisa tetap bersaing dengan bisnis ritel makanan lainnya di Indonesia. Pasca penutupan itu, HERO sempat hanya mengelola 119 gerai Giant saja.

Langkah strategis ini bukan kali pertama, sebelumnya Hero juga menutup Giant Margo, City Depok, Jawa Barat serta Giant Kalibata, Jakarta Selatan.

Hingga Maret 2021, gerai Giant hanya tersisa 75 gerai, untuk Giant Ekstra maupun Giant Ekspres. Sepanjang 2019 hingga Maret 2021 ada 25 gerai Giant yang ditutup.

Pada awal 2021 setidaknya ada tiga gerai Giant yang terkonfirmasiyang tutupyakni Giant Ekstra di Margo City Depok, Giant Mayasari Plaza Tasikmalaya dan Giant Kalibata.

Kemudian pada April 2021, penutupan gerai hypermarket Giant milik PT. Hero Supermarket Tbk bertambah satu lagi. Kali ini Giant Ekstra di Pamulang, Tangsel, Banten resmi tutup.

Mengutip akun resmi Facebook Giant Ekstra Pamulang, menuliskan undangan perpisahan kepada karyawan karyawati tim Giant Ekstra Pamulang 2008-2021.

"Salam sejahtera untuk kita semua, kami tim Giant Ekstra Pamulang mengucapkan banyak terima kasih atas kesetiaannya selama 13 tahun kami berkarya," tulisnya, Sabtu (4/4/2021).

2. Matahari

Selain Giant, emiten ritel milik Grup Lippo, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) juga berencana menutup 13 gerainya pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store, Miranti Hadisusilo, menjelaskan bahwa 13 gerai yang dimaksud saat ini memang belum ditutup, kendati memang direncanakan ditutup.

"Bahwa 13 gerai yang ditutup, sampai saat ini belum ditutup, tapi memang rencana akan ditutup di 2021," kata Miranti kepada CNBC Indonesia, Selasa ini (27/4/2021).

Mengacu pada laporan kuartalan, hingga Q1-2021, perusahaan mengoperasikan 147 gerai, jumlahnya sama dengan posisi 31 Desember 2020. Jumlah itu terbagi di Sumatera 28, Jawa 86, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku 28 dan wilayah lainnya 5 gerai.

Dari 147 gerai tersebut terdapat 124 gerai reguler dan 23 gerai dalam pengawasan. Sementara itu selama Q1, Matahari dijadwalkan menutup 13 gerai tahun ini, dan masih ada 10 gerai yang dalam pengawasan untuk kemungkinan ditutup. Meski demikian, ada satu gerai baru dibuka pada April ini yakni di Balikpapan Ocean Square.

NEXT: Ada Centro

Ada Centro dan Gramedia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading