Tepati Janji, Jiwasraya Mulai Bayarkan Dana ke 15.000 Nasabah

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
31 March 2020 11:16
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan mengumumkan pembayaran dana kepada para nasabahnya. Foto: Nasabah Jiwasraya. (CNBC Indonesia/Cantika Dinda)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan mengumumkan pembayaran dana kepada para nasabahnya pada Selasa siang nanti (31/3/2020. Jumlah nasabah yang akan dibayarkan pada tahap pertama ini disebutkan sekitar 15.000 orang.

Pada pembayaran tahap pertama ini, perusahaan asuransi pelat merah ini akan memprioritaskan pembayaran kepada nasabah yang memegang polis tradisional dari asuransi ini.

Hanya saja belum jelas sumber dana pembayaran tahap pertama ini. Direktur Utama Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko masih belum memberikan jawaban terkait dengan sumber pendanaan ini.

"Video press conference dengan Dirut Jiwasraya jam 14.00 mengenai pembayaran pertama Jiwasraya kepada lebih dari 15.000 polis tradisional," tulis pengumuman Jiwasraya yang disampaikan ke media massa, Selasa (31/3).


Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menerangkan bahwa pihak kementerian dan Jiwasraya akan tetap berpegang pada komitmennya untuk tetap membayarkan dana nasabah di akhir Maret ini.

Sumber dana yang akan digunakan untuk pembayaran berasal dari penjualan aset-aset likuid milik perusahaan, seperti surat utang yang dipegang perusahaan, baik langsung maupun melalui reksa dana dan properti.

"Kan ada beberapa, karena kan di Jiwasraya memang ada aset likuid yang bisa dijual seperti obligasi. Kedua juga kita lakukan penjualan properti, ada beberapa properti yang baik termasuk Citos [Cilandak Town Square]," kata Kartika di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (11/3/2020).

Selain itu, perusahaan juga telah berupaya untuk melakukan efisiensi pada internal perusahaan dan mekanisme bisnis yang diterapkan, sehingga dari dua proses internal ini perusahaan bisa menghasilkan dana lebih untuk melakukan pembayaran.


"Pembayaran tahap pertama itu berasal dari efisiensi dan mekanisme bisnisnya Jiwasraya...Tahap pertama cukup bisa menutupi lah," kata Arya Sinulingga, Staf Khusus Kementerian BUMN di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Di awal Februari lalu, Kartika atau Tiko juga menegaskan pembayaran akan dilakukan bertahap dan prioritaskan nasabah tradisional. Adapun gagal bayar produk bancassurance JS Saving Plan periode Oktober-Desember 2019 sebesar Rp 12,4 triliun. Sementara untuk tahun ini bertambah Rp 3,7 triliun sehingga jumlah kewajiban polis ini mencapai Rp 16,1 triliun.

"Saya sampaikan mungkin nanti kita lakukan restrukturisasi polis, bahwa Saving Plan itu kita tidak akan bisa bayar sekaligus, jadi pembayaran akan bertahap," kata Tiko, (5/2/2020).

"D
an kita juga yang diutamakan juga dari [nasabah] tradisional karena kita tahu tradisional pemiliknya pensiunan dan pegawai, jadi kita rapikan dulu itu dan pembayaran kita utamakan dulu pembayaran polis tradisional dan kita harapkan bisa sehat ke depan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

 

 

Artikel Selanjutnya

Ini Jeritan Hati Nasabah Jiwasraya yang Nyangkut Rp 5 M


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading