Heboh MI Susah karena Jiwasraya, APRDI Akui Ada yang Agresif

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
13 February 2020 14:09
Heboh MI Susah karena Jiwasraya, APRDI Akui Ada yang Agresif
Jakarta, CNBC Indonesia - Masalah di industri reksa dana nasional kembali mendapat sorotan. Beberapa manajer investasi dikabarkan kesulitan membayar dana nasabah.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Mauldy Rauf Makmur menyatakan, kembali ramainya kasus di industri reksa dana belakangan ini, sejalan dengan apa yang saat ini sedang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meneliti industri reksa dana agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"OJK sedang bersih bersih, sedang meluruskan pengembalian industri investasi ke jalan yang benar," kata Mauldy, saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (13/2/2020).

Namun, APRDI menilai, dari dana kelolaan indsutri reksa dana yang diperkirakan mencapi Rp 550 triliun, manajer investasi yang bermasalah rata-rata memang tidak melakukan kepatuhan dan risiko manajemen dengan baik. Produknya, kata dia biasanya mengiming-imingi imbal hasil tertentu.


"Memang kita akui, ada beberapa reksa dana yang pengelolaannya cukup sangat agresif, sehingga tidak melakukan kepatuhan dan risiko manajemen yang baik," kata dia menambahkan.

Namun, Mauldy meyakini, jumlah manajer investasi yang mengelola inevstasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan berlaku masih jauh lebih besar.

"Sehingga investor kita minta jangan percaya dengan janji imbal hasil, harus lebih teliti," jelasnya.

Secara terpisah, CNBC Indonesia juga mengkonfirmasi hal ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo juga mengatakan belum mengetahui adanya permasalahan tersebut.

"Sampai sekarang kita belum dapat informasi tersebut, kita sedang melakukan pengecekan," kata Anto kepada CNBC Indonesia juga melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2020).

Belakangan industri reksa dana sedang menghadapi sejumlah masalah. Belakangan ada kabar Kresna Asset Managemen tak bisa membayar nasabah yang akan menarik dana (redemption).

Namun Direktur Kresna Asset Management Ashari Adithyawarman mengatakan tidak mengetahui masalah. "Saya tidak ter-update untuk hal ini," kata Ashari kepada CNBC Indonesia ketika dihubungi melalui pesan singkat siang ini, Rabu (12/2/2020).

[Gambas:Video CNBC]




Dia menjelaskan sejauh ini produk reksa dana yang diterbitkan oleh perusahaannya tak mengalami masalah, baik untuk proses subscription (pembelian) maupun untuk pencairan (redeem).

"Kita bekerja sama dengan agen penjual dan tidak ada masalah dalam hal tersebut," tegasnya.

Akhir tahun lalu, OJK membubarkan 6 produk reksa dana milik PT Minna Padi Asset Management. Lalu OJK juga melarang PT Narada Asset Management, dan PT Pratama Capital Assets Management menjual produk reksa dana. Lalu OJK juga dikabarkan sedang melakukan pengawasan terhadap PT Emco Asset Management dan sejumlah MI lainnya. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading