Kasus Jiwasraya, Kejagung Cek Jutaan Transaksi dalam 2 Bulan

Market - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
12 February 2020 19:10
Kejagung mengungkapkan transaksi yang mencapai jutaan kali menjadi salah satu tantangan dalam mendapatkan informasi yang jelas atas kasus Jiwasraya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan akan menyelesaikan berkas enam tersangka skandal dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam dua bulan. Kejagung mengungkapkan transaksi yang mencapai jutaan kali menjadi salah satu tantangan dalam mendapatkan informasi yang jelas atas kasus ini.

Direktur penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan penyidikan kasus ini harus berbarengan dengan pemeriksaan yang juga sedang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Ini kan tetap penyelesaian pemberkasan yang kita tahan 6 orang, dengan target 2 bulan. Namun transaksi banyak terkait teman-teman auditor. BPK sedang lakukan perhitungan kerugian keuangan negara. Harus kita selesaikan berbarengan juga agar segera bisa dilimpahkan, agar masyarakat tau kejadian tipikornya," kata Febrie.

Kejagung hari ini memeriksa lima orang saksi lagi untuk menambah informasi dan pembuktian. Kelima saksi tersebut satu orang dari Jiwasraya, tiga orang dari perusahaan sekuritas dan satu orang berhubungan dengan salah satu tersangka.


Hingga saat ini Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tersangka dan menahan sebanyak enam orang terkait dengan kasus dugaan korupsi di perusahaan asuransi milik negara ini.

Keenam tersangka, yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk. (MYRX) Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat.

Kemudian Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi, Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading