Jadi Rights Issue, Chandra Asri Siap Lepas 7 Miliar Saham

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
10 February 2020 16:25
Jadi Rights Issue, Chandra Asri Siap Lepas 7 Miliar Saham

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), akan segera meraih dana segar puluhan triliun setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) III atau rights issue.

"RUPSLB menyetujui penambahan modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan memberikan 
HMETD dalam jumlah sebanyak-banyaknya 7.166.479.740 saham [7,16 miliar saham] dengan nilai nominal Rp 200 per saham yang akan dilaksanakan setelah efektifnya Pernyataan Pendaftaran," tulis pernyataan resmi Chandra Asri, Senin (10/2/2020).

RUPSLB sudah digelar pada 5 Februari 2020 di Wisma Barito Pacific, Jakarta Barat. Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan memberikan HMETD, yaitu dari 17.833.520.260 saham menjadi sebanyak-banyaknya 25.000.000.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 200/saham.



Saat ini, belum ditetapkan berapa harga pelaksanaan rights issue ini. Jika mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga rata-rata saham TPIA berada di level Rp 8.787/saham hingga Senin siang (10/2/2020), maka estimasi nilai rights issue ini bisa mencapai Rp 63 triliun. Tapi jika mengacu harga nantinya di level tertinggi yakni Rp 10.000/saham, dana rights issue bisa tembus Rp 72 triliun.

Saat ini, nilai kapitalisasi pasar TPIA mencapai Rp 157,38 triliun dari pertengahan Desember tahun lalu Rp Rp 187 triliun.

Perseroan menyampaikan memang membutuhkan dana investasi hingga mencapai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 70 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) untuk membangun pabrik kedua di Cilegon, Banten.


Untuk memenuhi kebutuhan investasi tersebut, perseroan berencana melaksanakan
rights issue dan mengundang investor strategis.

Investor Relation PT
Barito Pacific Tbk (BRPT), induk usaha dari TPIA, Allan Alcazar menjelaskan, pabrik kedua ini akan dibangun di Cilegon yang dilaksanakan secara bertahap. Targetnya, tahun 2025 pabrik kedua Chandra Asri akan rampung.

Dia menyatakan, saat ini proses rights issue tetap berjalan dan baru akan meminta persetujuan RUPSLB. 
"Rights issue itu strategi mereka untuk pendanaan CAP II, mereka butuh US$ 5 miliar untuk pembangunan total," kata Allan Alcazar, saat ditemui di kawasan SCBD Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Selain itu, kata Allan, ada empat investor strategis sedang melangsungkan uji tuntas (due diligence) dan akan membentuk joint venture dengan
TPIA untuk membangun pabrik kedua dengan membentuk entitas baru, CAP Perkasa.

Namun, dia tidak merinci siapa saja nama investor strategis tersebut. "Investor baru tidak menyerap saham baru TPIA, karena kan di level pabriknya, ada entitas baru," jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading