Heboh Penundaan Listing Saham Nara Hotel, Ini Curhat Investor

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 February 2020 11:58
Para investor tersebut menyampaikan pengaduan terkait kejanggalan dalam proses penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) NARA.
Jakarta, CNBC Indonesia - Puluhan investor yang membeli saham PT Nara Hotel Internasional Tbk (NARA) mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Lapangan Banteng. Para investor tersebut menyampaikan pengaduan terkait kejanggalan dalam proses penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) NARA.

Salah seorang investor yang enggan disebutkan namanya, menceritakan kejanggalan proses IPO tersebut.

Dia menceritakan, PT Magenta Kapital Sekuritas Indonesia selaku penjamin emisi (underwriter) melakukan bookbuilding saham NARA. Penawaran yang masuk cukup banyak, tapi bookbuilding tersebut secara sepihak dibatalkan oleh Magenta.


"Tapi sampai di Magenta dibatalkan. Nah kenapa? Padahal kan bookbuilding untuk pembentukan harga. Kalau nggak ada bookbuilding kan sepihak harganya," kata investor tersebut di kantor OJK kepada CNBC Indonesia.

Ini kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan investor. Padahal pada saat bookbuilding, dicantumkan porsi saham pooling allotment sebanyak 1%, sisanya fixed allotment.

Padahal NARA siap menawarkan IPO dengan nilai Rp 200 miliar. Namun, menurut investor tersebut, hasil bookbuilding perolehannya tidak mencapai Rp 200 mliar.

"Jadi menurut saya ini Magenta nggak punya duit. Kalau punya kan yang Rp 50 miliar itu punya duit, jadi Rp 150 miliar ini (diserap) Magenta," kata investor itu lagi.

"Makanya supaya nggak ketahuan dia batalkan (bookbuilding). buat nggak tahu dia lempar semua ke market pooling allotment. Berarti kan dia (Magenta) bisa kasih minimal 1% bisa lebih," kata investor tersebut.

Inilah yang membuat para investor tersebut meminta OJK menyelidiki kejanggalan pada saat proses bookbuilding.

"Karena kalau diberi polling 100% panik. Pasti dibuang semua (di pasar sekunder) dan auto reject bawah. Nah ada yang mau mandatkan orang sudah buang 50% orang bisa beli, apa uang pooling ini dipakai semua, kita nggak tahu tambah investor itu lagi.

Apa Kata BEI?

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi, mengatakan penundaan IPO Nara Hotel karena ada komplain dari investor. BEI akan memeriksa komplain nasabah tersebut untuk menyelidiki kejanggalan dalam proses initial public offering (IPO).

"Ya kalau saya juga nggak ngikutin terlalu detil cuma kan kalau NARA itu kan penundaan bukan pembatalan. Ada komplain dari para nasabah yang mungkin kita musti hati hati melihatnya," kata Inarno di Gedung BEI, Jumat (7/2/2020).

Inarno menyampaikan pemeriksaan pengaduan dari investor tersebut akan dilakukan bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BEI akan memeriksa kebenaran dari pengaduan tersebut.

"Apakah komplen tersebut valid atau tidak, itu akan kita telusuri. Kalau memang sekiranya betul betul ada komplain tersebut valid yang artinya harus ada yang kita perbaiki," kata Inarno.

Terkait dugaan mark-up nilai aset dan likuiditas, Inarno menjelaskan, bahwa hal tersebut merupakan salah satu yang sedang diselidiki BEI dan OJK.

Inarno belum bisa memastikan kapan pencatatan saham NARA bisa dilaksanakan. Demikian pula dengan sanksi yang akan diberikan kepada NARA dan semua pihak yang terlibat dalam proses IPO.

"Saya belum bisa ngomong apa-apa karena ini masih dalam penundaannya sampai kapan ya tentunya setelah kita lihat, selidiki baru nanti kita bisa jawab. Sekarang saya belum bisa jawab apa apa," jelas Inarno.

Kemarin, BEI mengumumkan penundaan pencatatan saham perdana NARA yang semestinya dilakukan pencatatan (listing) hari ini, Jumat (7/2/2020).

Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna, dan Direksi BEI, Laksono W. Widodo, dalam pengumuman pada Kamis malam mengatakan BEI menunda mencatatkan efek Nara Hotel hingga pengumuman lebih lanjut.

[Gambas:Video CNBC]



Pengumuman tersebut mengacu pada pengumuman Bursa Nomor Peng-P-00215/BEI.PP2/02.2020 terkait kode saham PT Nara Hotel Internasional (NARA).

Dalam prospektus disebutkan, Nara Hotel melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru dengan harga penawaran sebesar Rp 101/saham. Dengan demikian perusahaan akan meraih dana IPO Rp 202 miliar.

Selain itu perseroan juga merilis Waran Seri I sebanyak 35% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor perusahaan. Harga pelaksanaan waran yakni Rp 200 dengan masa penebusan pada 7 Agustus 2020-7 Februari 2023. Masa penawaran sudah dilakukan pada 3-4 Februari lalu.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading