Seruan Ganti Dolar dengan Dinar Bikin Emas Dunia Melesat?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 December 2019 21:10
Kala itu logam mulia ini mencicipi lagi level US$ 1.500/troy ons,
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia menunjukkan pergerakan besar sehari menjelang Natal, Selasa (24/12/2019). Kala itu logam mulia ini mencicipi lagi level US$ 1.500/troy ons, meski mengakhiri perdagangan di US$ 1498,81/troy ons menguat 0,91% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Penguatan emas berlanjut dan akhirnya melewati pada hari ini, Kamis (26/12/2019). Pada pukul 20:44 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.507,31/troy ons, menguat 0,58%.
Di saat yang sama dengan penguatan emas, muncul isu jika negara-negara Islam mempertimbangkan kembali penggunaan emas sebagai alat pembayaran internasional.




Reuters pada Sabtu (21/12/2019) lalu mewartakan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan Iran, Malaysia, Turkey, dan Qatar mempertimbangkan melakukan transaksi perdagangan di antara mereka dengan menggunakan emas dan melalui sistem barter untuk mengantisipasi sanksi ekonomi yang bisa menimpa di masa yang akan datang.

Iran dan Qatar merupakan dua negara yang mendapat sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat, dan sekutunya, termasuk sekutu di Timur Tengah yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.

"Dunia menyaksikan negara-negara membuat keputusan sepihak untuk mengenakan sanksi semacam itu, Malaysia dan negara lainnya harus ingat jika hal tersebut juga bisa menimpa kita, kata Mahathir di akhir pertemuan negara-negara Islam di Malaysia akhir pekan lalu.



Arab Saudi sendiri mengkritik pertemuan tersebut karena dianggap dapat mengganggu Organisasi Kerja Sama Islam (Organisation of Islamic Cooperation/OIC) yang terdiri dari 57 negara Muslim. Malaysia sendiri mengatakan telah mengundang negara-negara yang tergabung dalam OIC, tetapi hanya 20 yang hadir, sebagaimana dilansir Reuters.

Selain itu alasan lain penggunaan emas adalah nilainya yang lebih stabil dibandingkan dolar AS. "Saya telah menyarankan untuk melihat kembali ide transaksi perdagangan menggunakan emas dinar dan sistem barter di antara kita (negara-negara Muslim)" kata Mahathir sebagaimana dilansir Reuters.

Meski demikian, menurut seorang profesor ekonomi di Universiti Malaya Nazari Ismail, ada banyak tantangan dari ide penggunaan kembali emas dinar sebagai alat pembayaran. Di antaranya, penolakan dari sejumlah negara Islam.

Negara-negara itu antara lain, Arab Saudi, Pakistan dan Indonesia. Status sebagai pengekspor migas menjadi penyebab, penggunaan dinar emas bisa merubah semua benchmark yang ada.

"Arab Saudi misalnya adalah negara yang berpengaruh di dunia Muslim, dan merupakan negara tuan rumah dari Organisasi Kerjasama Islam," katanya sebagai mana dikutip dari freemalaysiatoday. "Ini bisa jadi halangan."

Lebih lanjut Nazari mengatakan sektor swasta di semua negara, termasuk negara-negara Muslim, tertarik pada transfer uang internasional yang cepat dan efisien. Karena itu dolar AS lebih cenderung dipakai.

Lembaga perbankan dari semua negara saling terkait dan mereka lebih suka memelihara sistem yang memfasilitasi operasional mereka. "Saya sama sekali tidak optimis bahwa ide Mahathir akan diambil," katanya.

Tanda-Tanda Emas Akan Menguat Sudah Muncul Pekan Lalu
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading