Akuisisi Link Net oleh MNC Vision Kelar dalam 6 Bulan

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 December 2019 12:49
Akuisisi Link Net oleh MNC Vision Kelar dalam 6 Bulan
Jakarta, CNBC Indoneisa - Rencana PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) mengakuisisi emiten layanan TV berbayar milik Grup Lippo, PT Link Net Tbk (LINK) ditargetkan akan rampung dalam 6 bulan ke depan.

Dalam keterangan terbaru yang disampaikan Head of Investor Relations LINK Joel Ellis, sebelumnya IPTV memang telah menandatangani persyaratan tidak mengikat bersama PT First Media Tbk dan Asia Link Dewa Pte mengenai rencana penjajakan akuisisi saham mayoritas Link Net.

Joel menambahkan, keberhasilan aksi korporasi ini akan tunduk pada hasil uji tuntas (due diligence), pemenuhan kondisi tertentu lainnya, pembiayaan dan penandatanganan perjanjian definitif yang akan disepakati bersama.

"Para pihak akan bertujuan untuk mencapai hasil dalam kurun waktu 6 bulan," kata Joel Ellis, Rabu (4/12/2019).


Rencana akuisisi ini juga dibenarkan Direktur Utama IPTV Ade Tjendra, dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/12/2019). "Perseroan sudah menekan term sheet untuk menjajaki akuisisi mayoritas saham Link dari First Media dan Asia Link," ujarnya.

Saat ini, pemegang saham LINK terbesar adalah Asia Link Dewa Pte LTd sebesar 35,72% (1,02 miliar saham) disusul oleh KBLV sebesar 28,04% (789,97 juta saham).

Kemudian juga ada UBS AG LDN dengan total kepemilikan 6,5% (185,34 juta saham) dan sisanya sebesar 29,74% (847,57 juta saham) dipegang publik.

Jika mengacu pada porsi kepemilikan tersebut, IPTV mencaplok bagian saham milik KBLV dan Asia Link Dewa, maka jumlah saham LINK yang akan diambil alih IPTV mencapai 63,75% atau setara 1,82 miliar saham.

Kemudian, dengan asumsi harga saham rata-rata LINK adalah Rp 4.220, maka jumlah dana investasi yang digelontorkan IPTV diperkirakan mencapai Rp 7,67 triliun.

MNC Vision Akuisisi Link Net Milik Lippo
[Gambas:Video CNBC]


Sekadar informasi tambahan, pada 28 Agustus 2019, IPTV juga telah mengakuisisi K-Vision dengan total kepemilikan saham sekitar 60%. K-Vision adalah operator TV-berbayar dengan fokus pada segmen pasar menengah ke bawah.

Hanya saja, soal akuisisi ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belum dapat menentukan langkah akuisisi perusahaan sejenis yang dilakukan perusahaan milik Hary Tanoe sebagai aksi monopoli pasar. Lantaran pihak komisi ini belum menerima laporan aksi korporasi yang biasanya disampaikan setelah proses akuisisi rampung. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading