Analisis Teknikal

Akuisisi Link Net, Apakah Masih Ada Potensi Cuan Saham IPTV?

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
04 December 2019 15:03
Akuisisi Link Net, Apakah Masih Ada Potensi Cuan Saham IPTV?

Jakarta, CNBC Indonesia - Keberhasilan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) mengakuisisi mayoritas saham PT Link Net Tbk (LINK) milik Grup Lippo direspons positif pelaku pasar saham hingga membuat sahamnya menguat hingga 6,4% dalam sepekan.

"Perseroan sudah menekan term sheet untuk menjajaki akuisisi mayoritas saham Link dari First Media dan Asia Link," kata Direktur Utama IPTV Ade Tjendra, dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/12/2019).


Hingga pukul 14:40 WIB, saham IPTV diperdagangkan pada level harga Rp 530/unit saham atau terkoreksi 1,85%, nilai transaksi mencapai 51,17 juta unit saham senilai Rp 27,4 miliar.


Secara teknikal, tren saham IPTV cenderung bergerak mendatar (sideways) sejak awal September dengan penghalang penurunan (support level) di harga Rp 500/saham dan penghalang harga naik (resistance level) pada Rp 550/saham.

Melihat posisinya saat ini, secara momentum harganya lebih dekat dengan level jenuh belinya (overbought) berdasarkan indikator teknikal Relative Strength Index (RSI), sehingga ada potensi harganya akan cenderung terkoreksi mendekati level harga Rp 500/saham.

Sumber: Refinitiv

Saham IPTV tercatat untuk pertama kalinya di bursa pada (8/7/2019) dengan harga Rp 240/saham, hingga kini sahamnya telah naik 122% sejak awal pencatatan. Level tertinggi saham tersebut tersentuh pada (5/9/2019) di harga Rp 640/saham.


Seperti diketahui, IPTV merupakan pemain kawakan di industri media dengan memulai bisnisnya sejak tahun 1988. Hingga kini Perusahaam sudah memiliki tiga unit usaha, yaitu PT MNC Sky Vision Tbk (MNC Vision/MSKY), PT MNC Kabel Mediakom (MNC Play), dan PT MNC OTT Network (MNC Now).

Aksi akuisisi IPTV baru-baru ini bukan menjadi yang pertama dilakukan, pada tanggal 28 Agustus tahun ini, Manajemen Perusahaan juga menyampaikan telah mengakuisisi K-Vision dengan kepemilikan saham mencapai 60%. K-Vision merupakan operator TV-berbayar dengan fokus pasar menengah ke bawah.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading