Diam-diam KAI Ternyata Punya Rencana IPO, Kapan?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
11 November 2019 14:40
KAI punya kebutuhan dana yang besar untuk meningkatkan layanan transportasi kereta api domestik dan melalui penawaran perdana (initial public offering/IPO)
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dinilai menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang cukup berpotensi melantai di pasar saham. KAI punya kebutuhan dana yang besar untuk meningkatkan layanan transportasi kereta api domestik dan melalui penawaran perdana (initial public offering/IPO) bisa menjadi salah satu cara.

Direktur Keuangan PT KAI, Didiek Hartantyo menyatakan, KAI terus mengeksplorasi sumber pendanaan perseroan, tidak hanya melalui perbankan tetapi juga melalui pasar modal. Sejak November 2017, perseroan menghimpun pendanaan lewat penerbitan obligasi dengan nilai emisi Rp 2 triliun dan dilanjutkan dengan Penawaran Umum Obligasi II Kereta Api Indonesia Tahun 2019 dengan nilai emisi yang sama.

"Potensi-potensi itu kita tetap terus eksplor, artinya kombinasi pendanaan akan cari yang optimal, karena kami akan terus lakukan efisiensi di semua bidang, termasuk pendanaan," kata Didiek di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Mengenai potensi IPO, kata dia, saat ini PT KAI bersama dengan Kementerian BUMN sedang merancang rencana aksi korporasi dalam lima tahun ke depan. Opsi IPO, bisa saja ditempuh mengingat pertumbuhan penumpang yang setiap tahunnya mencapai 20%, akan membutuhkan pendanaan besar untuk menyiapkan sarana yang cukup banyak.


"Tahun 2020-2024, kita akan implementasikan corporate plan, kita susun sekarang dan proses bersama kementerian BUMN untuk mencapai tujuan dalam pengembangan 5 tahun ke depan," kata dia menambahkan.

Bila menilik kinerja keuangan, PT KAI cukup memenuhi menjadi perusahaan terbuka mengingat, dalam kurun lima tahun terakhir dari tahun 2014 hingga 2018, KAI mencatatkan pertumbuhan pendapatan dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25,5 persen dan rata-rata pertumbuhan laba bersih dengan CAGR sebesar 22,3 persen.

Hingga separuh pertama tahun 2019, total aset KAI mencapai Rp 41,2 triliun dan KAI mampu mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 5,84%, pertumbuhan total liabilitas sebesar 7 ,1% dan pertumbuhan total ekuitas sebesar 4,4%. Jika dibandingkan dengan periode 30 Juni 2018, pertumbuhan pendapatan KAI sebesar 14,31% dan pertumbuhan laba bersih mencapai 54,39%.

Director Equity-Fixed Income Trading & CRM Bahana Sekuritas Ermawati A Enran berpendapat, KAI cukup potensial melantai di bursa saham mengingat kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) cukup besar setiap tahunnya. Dia meyakini, kondisi ekonomi makro baik domestik maupun global di tahun depan cukup stabil sehingga menjadi waktu yang tepat perusahaan pelat merah menghimpun dana di pasar modal.

"KAI baru 2-3 tahun ke pasar modal, dia menunjukkan tren perusaahan-perusahaan BUMN besar akan ke pasar modal, ini waktu yang tepat," kata Ermawati.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading