Saham BBCA, UNVR & TBIG Bakal Lebih Murah, Beli Enggak?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
14 October 2019 12:20
Saham BBCA, UNVR & TBIG Bakal Lebih Murah, Beli Enggak?
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham yang berencana melakukan pemecahan nilai saham alias stock split cukup ramai ditransaksikan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (14/10/2019). Bahkan investor asing juga terlihat memburu saham perusahaan.

Seperti diketahui, terdapat setidaknya empat emiten yang diketahui memiliki rencana akan melakukan stock split dalam waktu dekat, yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan yang terakhir adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pada pukul 10:56 WIB harga saham BBCA menguat 0,73%, saham UNVR naik 0,51%, saham TBIG bergerak stagnan, dan saham MDKA mencatatkan koreksi 1,57%. Mengacu data BEI, saat penutupan sesi I, saham BBCA naik 0,73%, UNVR naik 0,23%, TBIG minus 0,74% dan MDKA amblas 1,96%.



Investor asing terlihat banyak memburu saham UNVR dan BBCA dengan aksi beli bersih (net buy) masing-masing mencapai Rp 11,85 miliar dan Rp 33 miliar, di mana ini menjadikan kedua emiten tersebut berada di posisi top 5 saham yang paling diburu asing pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia.

Lebih lanjut, emiten yang pertama kali mengumumkan rencana stock split adalah MDKA, yaitu pada 3 September 2019 sebagai salah satu agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di mana hasil keputusan RUPSLB menyetujui rencana tersebut.

MDKA akan memecah nilai nominal sahamnya dengan nilai rasio 1:5 yang berarti nilai nominal saham yang semula sebesar Rp 100/saham akan dipecah menjadi Rp 20/unit saham.


Kemudian, pada 28 September 2019, melalui halaman keterbukaan informasi BEI, UNVR juga menyampaikan niatnya untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham, meskipun rasio-nya belum dibeberkan oleh manajemen perusahaan.

Bagi UNVR, stock split ini merupakan yang ketiga kali dilakukan setelah dua stock split sebelumnya digelar pada tahun 2000 dan 2003, masing-masing dengan rasio pemecahan sama yakni 1:10. Artinya, tiap 1 saham UNVR dipecah menjadi 10 saham.

Lalu ada TBIG yang pada Selasa (8/10/2019) pekan kemarin mengumumkan niatnya untuk memecah nilai nominal saham perusahaan dengan rasio 1:5, sama seperti rasio stock split MDKA.

Perusahaan akan meminta izin terlebih dahulu dari pemegang saham dalam RUPSLB yang akan dilangsungkan pada 30 Oktober 2019 mendatang di Hotel JS Luwansa.

Sedangkan anak usaha Grup Djarum, BBCA, belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana stock split. Namun, manajemen perusahaan mengatakan rencana tersebut masih dalam proses pematangan.

"Stock split biar dimatangkan dulu," ujar Direktur BCA Santoso kepada CNBC Indonesia saat ditemui dalam acara Kick Off Piala Presiden E-Sports 2020 di Tennis Indoor Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Saat dikonfirmasi apakah stock split sudah masuk rencana bisnis bank dengan kode saham BBCA tersebut, Santoso belum memberi jawaban perinci. Sebab, menurut dia, banyak hal yang akan dipertimbangkan perseroan untuk memecah nilai nominal saham.

Lebih lanjut, baik MDKA, UNVR, maupun TBIG menyampaikan bahwa aksi pemecahan nilai saham bertujuan agar harga saham perusahaan menjadi lebih terjangkau sehingga dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.


"Salah satu tujuan dari stock split adalah membuat harga saham menjadi lebih rendah dan lebih murah sehingga memiliki valuasi yang sangat menarik bagi investor. Dengan demikian, dampak positif terhadap likuiditas perdagangan saham pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham MDKA," ungkap Presiden Direktur MDKA Tri Boewono selepas RUPSLB, Rabu (25/9/2019)

UNVR juga menyampaikan nada serupa.

"Perseroan menilai aksi korporasi ini (stock split) akan membuat saham UNVR menjadi lebih terjangkau oleh investor retail kebanyakan," tulis perusahaan dalam keterbukaan informasi.

Untuk UNVR, dengan asumsi rasio stock split 1:10 dan dengan harga hari ini Rp 44.275/saham maka kemungkinan harganya bisa sekitar Rp  4.427/saham.

Dengan asumsi harga hari ini Rp 6.250/saham, maka dengan rasio stock split MDKA yakni 1:5, harga sahamnya jadi Rp 1.250/saham.

Untuk TBIG rasionya 1:5, jadi jika asumsi harga saham hari ini Rp 6.725/saham, maka harga sahamnya bisa mencapai Rp 1.354/saham.

BBCA pernah melakukan stock split pada 15 Mei 2001 atau setahun setelah IPO pada 11 Mei 2000, ketika itu dilakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp 500/saham, menjadi Rp 250/saham atau 1:2. Jika dengan asumsi rasio demikian, maka dengan asumsi harga hari ini Rp 30.850/saham maka diestimasi harga Rp 15.425/saham.


(dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading