Poundsterling Melesat Sesaat, Eh.. Turun Lagi!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
09 October 2019 21:05
Poundsterling Melesat Sesaat, Eh.. Turun Lagi! Foto: Ilustrasi Poundsterling (REUTERS/ Benoit Tessier)
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang poundstrling bergerak cukup liar melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (9/10/19). Isu-isu terkait Brexit masih menjadi penggerak utama mata uang Inggris ini.

Sore tadi, poundsterling melesat naik sekitar 0,7% ke level US$ 1,2290, tetapi perlahan kembali berbalik turun. Pada pukul 19:50 WIB, poundsterling diperdagangkan di level US$ 1,2213 atau melemah tipis 0,03% di pasar spot, melansir data Refinitiv.





Kabar Uni Eropa siap membuat konsesi dengan Inggris menjadi pendorong penguatan poundsterling. CNBC International mengutip harian The Times melaporkan sumber yang ikut dalam perundingan Brexit mengatakan Uni Eropa akan memberikan hak parlemen Irlandia Utara untuk keluar dari perjanjian backstop dalam beberapa tahun ke depan.



Masalah backstop atau perbatasan bebas bea masuk antara Irlandia Utara dengan Republik Irlandia menjadi batu ganjalan bagi proses Brexit. Dengan adanya backstop Irlandia Utara masih berada dalam satu wilayah pabean dengan Uni Eropa, sementara Irlandia Utara tergabung dalam Inggris Raya, yang sudah memutuskan keluar dari Uni Eropa.

Kesepakatan backstop merupakan hasil perundingan Brexit antara Uni Eropa dengan Inggris di bawah komando Perdana Menteri (PM) Theresa May kala itu. Parlemen Inggris menolak hasil kesepakatan tersebut berkali-kali yang berujung pada pengunduran diri May.

Kini di bawah PM Boris Johnson, Inggris secara tegas adanya backstop tersebut. Isu-isu Brexit akan terus menjadi perhatian mengingat deadline yang sudah dalam hitungan hari. Jika tidak ada penundaan lagi, Inggris harus keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober.



PM Johnson kini melakukan perundingan dengan Uni Eropa, tetapi banyak pihak yang meragukan akan adanya kesepakatan kedua belah pihak. Apalagi Selasa kemarin, Sky News melaporkan Kanselir Jerman, Angela Merkel, sudah menyampaikan kepada Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, bahwa deal Brexit untuk saat ini "sangat tidak mungkin".

Sementara itu BBC mengutip sumber dari Pemerintah Inggris yang mengatakan pihak Uni Eropa tidak menunjukkan keinginan sedikitpun untuk membahas proposal Brexit sejak diajukan PM Johnson.



Pekan ini dikatakan sebagai waktu akhir Inggris dan Uni Eropa berunding untuk mencapai kesepakatan Brexit. Belum pastinya akan ada kesepakatan atau tidak membuat poundsterling putar balik dan kembali melemah.


TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading