Harga Emas Tiba-Tiba Amblas, Ini Penyebabnya!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 October 2019 21:01
Emas merupakan aset yang dibanderol dalam dolar AS sehingga harganya lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya jika dolar AS melemah.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas tiba-tiba amblas memasuki perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Jumat (4/10/19) setelah sepanjang hari berada di zona hijau.

Pada pukul 20:25 WIB emas diperdagangkan di level US$ 1.500,90/troy ons di pasar spot, melansir data Refintiv. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan sebelumnya yang amblas 0,53% di level US$ 1.496,76/troy ons.




Rilis data tenaga kerja AS menjadi penyebab turunnya harga emas. Meski data tersebut dirilis variatif, tetapi harga emas yang sudah melesat 2,2% dalam tiga hari tentunya diterpa aksi ambil untung (profit taking) merespon data tersebut.



Departemen Tenaga Kerja AS pada hari ini melaporkan tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,5% di bulan September dari bulan sebelumnya 3,7%. Level tersebut merupakan yang terendah dalam setengah abad atau tepatnya sejak Desember 1969.

Namun data lain menunjukkan penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll/NFP) hanya sebanyak 136.000 orang, dengan rata-rata upah per jam yang stagnan 0% month-on-month (MoM). Sementara jika dilihat secara tahunan atau year-on-year, rata-rata upah per jam tumbuh 2,9%, menjadi pertumbuhan terendah sejak Juli 2018.



Pasca rilis data tersebut, terjadi sedikit perubahan dari probabilitas pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed). Data piranti FedWatch milik CME Group menunjukkan pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 79,6% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke 1,5-1,75% pada 30 Oktober (31 Oktober dini hari WIB).

Probabilitas tersebut turun dibandingkan dengan sore tadi di level 87,1%. Meski demikian, probabilitas 79,6% tetaplah tinggi jika dibandingkan pekan lalu sebesar 49,2%. Masih tingginya probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed membuat emas masih bertahan dari penurunan lebih dalam.



Penurunan suku bunga berdampak pada pelemahan dolar AS. Emas merupakan aset yang dibanderol dalam dolar AS sehingga harganya menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya jika dolar AS melemah.

Ketika permintaan meningkat, maka harga emas akan naik kembali.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Tanker Minyak Iran Diserang, Emas Melesat ke Atas US$ 1.500


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading