Melorot 13%, Saham Produsen Film Habibie Diwaspadai BEI

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
23 September 2019 15:35
Saham PT MD Pictures Tbk (FILM), tiba-tiba melorot dalam hingga 13,46%.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten rumah produksi, PT MD Pictures Tbk (FILM), tiba-tiba melorot dalam hingga 13,46% pada perdagangan sesi II Senin ini (23/9/2019) setelah investor asing pun melego saham perusahaan. Saham FILM yang merupakan produsen film Habibie & Ainun ini langsung masuk pengawasan khusus Bursa Efek Indonesia.

Data perdagangan BEI pukul 15.18 WIB, saham FILM amblas 13,46% di level Rp 360/saham, dengan nilai transaksi Rp 3,48 miliar dan volume perdagangan 8,60 juta saham. Asing hari ini melepas saham FILM sebesar Rp 342 juta, dan 5 hari perdagangan terakhir asing keluar Rp 1,42 miliar.

Dalam 5 hari perdagangan terakhir, saham FILM juga amblas 43% dan secara year to date atau tahun berjalan, saham perusahaan film milik Manoj Punjabi ini turun signifikan hingga 47%.


Penurunan 
harga saham FILM yang di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) ini membuat Bursa melakukan perhatian khusus pada saham FILM.

Lidia M Panjaitan, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dan Irvan Susandy, Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, dalam pengumumannya mengatakan bahwa BEI telah meminta konfirmasi kepada emiten terkait pada 19 September lalu. Sampai saat ini BEI masih menunggu jawaban konfirmasi dari emiten.


"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangan-undangan di bidang pasar modal," tulis keduanya, dikutip CNBC Indonesia, Senin (23/9/2019).

"Informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat adalah informasi tertanggal 18 September 2019 yang dipublikasikan di situs Bursa terkait dengan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka," tulis Lidia dan Irvan.

Oleh sebab itu, katanya, sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham FILM tersebut, BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

"Sebab itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten, dan keterbukaan informasinya," katanya.

Selain itu, investor dan calon investor diminta mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Pada pekan lalu, Direktur Utama PT MD Graha Utama, yang juga pemilik saham mayoritas MD Pictures, Manoj Dhamoo Punjabi, kembali mengurangi kepemilikan saham di perusahaan rumah produksi film tersebut.



Penjualan saham 59.523.900 saham FILM tersebut membuat MD Graha Utama mengantongi dana senilai Rp 12,50 miliar yang dilakukan pada dua kali transaksi. Data keterbukaan informasi BEI mencatat, transaksi jual pertama dilakukan pada 4 September lalu di harga Rp 210/saham dengan jumlah saham sebanyak 1.190.500 atau senilai Rp 250 juta.

Sementara transaksi jual kedua dilakukan MD Graha Utama pada 6 September sebanyak 58.333.400 saham dengan harga Rp 210/saham atau senilai Rp 12,25 miliar. Dengan demikian, total penjualan saham ini mencapai Rp 12,50 miliar.

FILM merupakan perusahaan film pertama yang melantai di BEI pada 7 Agustus 2018. Pada saat penawaran perdana (IPO) harga saham FILM dilepas pada harga Rp 280/saham. Lalu saham ini sempat bergerak liar dan naik hingga 453% ke level harga Rp 1.550/saham.

FILM merupakan perusahaan yang memproduksi sejumlah film dan sinetron yang cukup laris yang ditayangkan bioskop-bioskop lokal. Beberapa film di antaranya Danur 3, Twivortiare, Ayat-Ayat Cinta 2, dan Habibie & Ainun.


Cerita Manoj Punjabi, dari tekstil jadi 'raja' film

[Gambas:Video CNBC]

 


(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading