Potensi Default! Fitch Pangkas Lagi Peringkat Duniatex ke CC

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
30 August 2019 14:22
Fitch Ratings, kembali menurunkan peringkat utang PT Delta Merlin Dunia Textile atau DMDT, anak usaha Grup Duniatex.
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings, kembali menurunkan peringkat utang PT Delta Merlin Dunia Textile atau DMDT, anak usaha Grup Duniatex, ke 'CC' dari sebelumnya 'CCC'. Surat utang global senior perusahaan juga diberikan peringkat yang sama.

Pemangkasan peringkat ini melanjutkan langkah Fitch pada 24 Juli 2019 yang menurunkan peringkat utang Duniatex sebanyak 3 level dari 'B-' ke 'CCC-'.

Berdasarkan laporan Fitch pada Kamis (29/8/2019), Fitch menyatakan penurunan peringkat kali ini mencerminkan masalah likuiditas perusahaan yang sangat tinggi dan berpotensi gagal bayar (default).


Pasalnya, besar kemungkinan Duniatex tidak akan mampu memenuhi kewajiban pembayaran utang perusahaan dan penyelesaian kontrak berjangka yang akan jatuh tempo pada kuartal ketiga tahun ini.


Fitch percaya bahwa perusahaan akan memanfaatkan rekening cadangan bunga (interest-reserve account) untuk membayar kewajiban kupon atas obligasi senilai sekitar US$ 13 juta atau sekitar Rp 183 miliar (asumsi kurs Rp 14.100/US$) yang akan jatuh tempo pada 12 September 2019.

Akan tetapi, sebagai akibatnya, Duniatex tidak akan mampu mempertahankan nilai minimum untuk membayar kupon tengah tahun dalam rekening tersebut, di mana ini merupakan syarat (indenture) yang tertera pada surat obligasi perusahaan senilai US$ 300 juta atau Rp 4,2 triliun dengan tingkat bunga 8,625%.

Apabila perusahaan tidak mampu mempertahankan nilai minimum dalam waktu 30 hari, maka akan berujung terjadinya default.


Fitch juga menganalisa bahwa posisi kas Duniatex per akhir Maret 2019 sekitar Rp 700 miliar atau setara US$ 50 juta, tidak bisa memenuhi kewajiban keuangan perusahaan.

Lebih lanjut, DMDT juga diketahui telah meminta penangguhan pembayaran pokok amortisasi atas pinjaman sindikasi senilai US$ 79 juta yang dijadwalkan jatuh tempo pada 20 September 2019.

Alhasil, jika perusahaan gagal mendapat persetujuan dari para kreditor untuk perubahan pembayaran tersebut maka juga obligasi dolar tersebut juga dapat berujung ke peristiwa gagal bayar.

Di lain pihak, Fitch memproyeksi bahwa akses Duniatex untuk mendapat pendanaan dari bank atau pasar saham menjadi lebih terbatas karena beberapa entitas perusahaan gagal memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga kepada para kreditornya.

Sebagai informasi, dugaan gagal bayar Duniatex muncul seiring dengan pemberitaan terlewatnya pembayaran kewajiban bunga atas obligasi senilai US$ 260 juta milik anak usahanya, yakni PT Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST).

Selain itu, penyelesaian kontrak berjangka berbasis dolar AS yang dimiliki perusahaan juga membuat alur kas keluar semakin tipis, di mana ini juga berkontribusi untuk membatasi kemampuan perusahaan membayar kewajiban utang dalam 3 bulan ke depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Lagi! Fitch Kembali Turunkan Peringkat Duniatex ke CCFoto: Arie Pratama

(dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading