Duniatex Diduga Gagal Bayar, Begini Penjelasan Manajemen

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
23 July 2019 18:31
Obligasi yang dimaksud adalah obligasi denominasi dolar Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan oleh anak usaha Grup Duniatex
Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawtiran gagal bayar obligasi global yang diterbitkan oleh salah satu produsen tekstil Indonesia menaruh banyak perhatian pelaku pasar.

Obligasi yang dimaksud adalah obligasi denominasi dolar Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan anaksi usaha Grup Duniatex (PT Delta Merlin Dunia Textile /DMDT), yaitu PT Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST).

Pada bulan 12 Maret 2019, DMDT melalui BNP Paribas dan Standard Chartered telah menerbitkan obligasi dengan nilai pokok US$ 300 juta dan tingkat kupon 8,625%/tahun. Obligasi ini jatuh tempo pada 2024.

Kekhawatiran gagal bayar muncul seiring dengan pemberitaan terlewatnya pembayaran kewajiban pembayaran utang senilai US$ 260 juta milik anak usaha Grup Duniatex lainnya, yakni PT Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST).


Kemudian, bermunculan dugaan bahwa DMDT, termasuk Grup Duniatex mengalami kesulitan keuangan. Pasalnya, lalai membayar kewajiban DDST dicurigai karena Grup Duniatex menghadapi kondisi likuiditas ketat sehingga tidak mampu membayar tepat waktu.

Selain itu, aktifitas DMDT diproyeksi terganggu, karena jika benar DDST menghadapi kondisi kesulitan keuangan, maka akan mempengaruhi aktifitas operasional perusahaan. Pasalnya, DDST merupakan anak usaha yang bergerak di bidang pemintalan dan merupakan pemasok utama untuk DMDT.

Alhasil, lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) merespon dengan memangkas habis peringkat utang jangka panjang DMDT dari perusahaan dari BB- menjadi CCC-, atau diturunkan enam level.

Bloomberg dalam pemberitaanya menyebutkan diperlihatkan email dari salah satu eksekutif Duniatex yang menyebutkan, "Kami mencoba membantu DMDT sebagai penerbit obliglasi" dari terlewatnya pembayaran utang.
"Kami akan menyampaikan update selanjut, mohon jangan menelpon atau email untuk saat ini, pasalnya inbox saya kebanjiran email," seperti ditulis di email tersebut, dikutip dari Bloomberg.

(dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading