Ulasan Teknikal Saham

Ekspor Nikel Disetop, Saham INCO & ANTM Makin Terjebak!

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
20 August 2019 15:58
Pemerintah berencana melarang ekspor nikel guna mengembangkan industri hilir agar nikel Indonesia punya nilai lebih.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana melarang ekspor nikel guna mengembangkan industri hilir agar nikel Indonesia punya nilai tambah. Kabar kebijakan yang akan diterapkan pemerintahan Joko Widodo ini ternyata dimaknai negatif oleh pelaku pasar dengan menjual saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada Selasa (20/08/2019) saat penutupan sesi I, saham INCO terkoreksi 1,72% pada level Rp 3.420/saham. Hingga tahun berjalan atau year to date, kinerja saham INCO hanya naik 4,9%.

Asing hari ini keluar dari saham INCO sebanyak Rp 5,25 miliar di pasar reguler, sementara sejak year to date asing melepas Rp 315 miliar.


Di sisi lain, saham emiten tambang mineral lainnya yakni Aneka Tambang yang memproduksi bijih nikel juga turun lebih dalam lagi hingga 4,15% di level Rp 1.040/saham. Kendati turun, year to date, saham ANTM masih menguat 37%.

Asing hari ini keluar di saham ANTM sebesar Rp 1,5 miliar di pasar reguler, sementara year to date asing net sell Rp 34,16 miliar di pasar reguler.


Pemerintah, melalui Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan bahwa kebijakan larangan ekspor bijih besi sedang dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo. Larangan ekspor tersebut diberlakukan untuk mengembangkan industri hilir agar nikel Indonesia punya nilai lebih.

"Presiden masih sedang mempertimbangkan, mau hilirisasi (nikel) ini dipercepat atau tidak," kata Jonan kepada CNBC Indonesia di Tembagapura, Minggu (18/8).

Lantas bagaimana dari sisi pergerakan teknikal kedua saham ini?

Analisis Teknikal Saham INCO

Tren saham INCO dalam jangka menengah sebenarnya cenderung naik. Namun dalam jangka pendek berpotensi tertekan dikarenakan terbentuknya dua lilin hitam (black candle) yang menandakan adanya tekanan pada saham tersebut.

Potensi penurunan juga terlihat dari posisi harga sahamnya saat ini yang mulai bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam 5 hari terakhir atau moving average/MA5 (garis berwarna hijau).


Expor Nikel Akan Dilarang, Saham INCO Mulai Terlihat TurunSumber: Refinitiv

Ada potensi harga saham INCO menguji level suport (tahanan bawah) pertamanya pada Rp 3.180/saham dalam 3 minggu ke depan. Jika tertembus, harganya berpotensi menguji support keduanya yang berada di Rp 3.000/saham.

Indikator teknikal lainnya, yakni Relative Strengh Index (RSI) menunjukkan harganya mulai keluar dari level jenuh jualnya (overbought) sehingga potensi penurunan masih terbuka.



Analisis Teknikal Saham ANTM
Ekspor Nikel Akan Dilarang, Saham INCO & ANTM TumbangSumber: Refinitiv

Saham ANTM berpotensi mengalami koreksi minor dalam beberapa hari ini. Terbentuknya tiga lilin hitam (three black crows) pada perdagangan terakhir menandakan adanya tekanan pada saham tersebut.

Potensi penurunan juga semakin jelas yang terlihat dari posisi harga sahamnya yang bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam 5 hari terakhir atau moving average/MA5 (garis berwarna hijau).

Ada potensi harga sahamnya menguji level suport pertamanya pada Rp 960/saham dalam 3 minggu ke depan. Indikator teknikal lainnya, yakni Relative Strengh Index (RSI) menunjukkan harganya belum menyentuh level jenuh jualnya (overbought) sehingga potensi penurunan juga masih terbuka.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading