BI Sinyalkan Pangkas Bunga, Pengembang Properti Makin Pede

Market - Monica Wareza , CNBC Indonesia
15 August 2019 19:00
BI Sinyalkan Pangkas Bunga, Pengembang Properti Makin Pede Foto: ist
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Ciputra Develoment Tbk. CTRA optimistis dengan prospek pasar properti pada semester II-2019 seiring dengan berakhirnya beberapa sentimen negatif bagi sektor ini yang memicu pelemahan permintaan di paruh pertama tahun ini.

Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan momen Pemilihan Presiden pada 17 April lalu sempat membuat pelaku pasar menunggu alias wait and see. Kondisi ini berdampak pada lesunya sektor properti dalam negeri.

Namun katalis positif properti saat ini ialah pelonggaran relaksasi kebijakan rasio kredit terhadap nilai atau loan to value (LTV) dan langkah Bank Indonesia (BI) yang sudah menurunkan suku bunga. Kebijakan itu dinilai akan semakin menggairahkan sektor ini.



Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps (basis poin) menjadi 5,75%.

"Potensi rebound karena praktis sudah tidak ada kendala lagi apalagi bunga trending down," kata Tulus kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/8/2019).

Tulus mengatakan hingga akhir tahun, perseroan yang fokus pada hunian gedung tinggi (high rise) dan rumah tapak (landed house) ini menargetkan pertumbuhan pendapatan bisa naik 50% dibanding dengan semester sebelumnya.

Laporan keuangan Juni 2019 mencatat, perseroan berhasil mencetak pendapatan Rp 3,15 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 2,80 triliun. Sementara laba bersih juga naik hingga menjadi Rp 296,44 miliar dari semester I-2018 yakni Rp 176,20 miliar.

Lebih lanjut Tulus menegaskan, meski tren properti diperkirakan akan naik, penjualan rumah tapak untuk kalangan menengah atas dinilai masih lemah jika dibanding dengan penjualan untuk kalangan menengah.

"High rise sebenarnya tidak oversupply tetapi yang terjadi adalah tidak adanya barrier to entry [hambatan masuk] sehingga supply menjadi sangat elastis," kata dia.

Tulus mengatakan sentimen suku bunga menjadi salah satu katalis positif bagi sektor properti. Kabar baiknya lagi, BI kembali memberi sinyal akan menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day. Sinyal ini pun sempat direspons positif oleh para pelaku pasar. Saham-saham industri pengembang properti di Bursa Efek Indonesia terlihat naik pada perdagangan Rabu kemarin (14/08/2019).

BI berencana menggelar RDG pada Rabu-Kamis pekan depan, 21-22 Agustus.

Potensi penurunan ini terbuka mengingat Juli lalu, The Fed selaku bank sentral Amerika Serikat (AS) menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps (basis poin).


Simak harga properti residensial melambat.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading