Tertekan, Laba Emiten Properti Grup Ciputra Minus 2,3%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
13 April 2020 07:29
PT Ciputra Development Tbk (CTRA), mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 1,16 triliun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Induk bisnis properti Grup Ciputra,  PT Ciputra Development Tbk (CTRA), mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 1,16 triliun, turun sebesar 2,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 1,19 triliun seiring dengan penurunan pendapatan.

Berdasarkan data publikasi laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan CTRA juga turun kendati tipis 0,8% menjadi Rp 7,61 triliun dibandingkan dengan Desember 2018 yakni sebesar Rp 7,67 triliun.

Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi sebesar Rp 3,82 triliun, dari sebelumnya mencapai Rp 4,04 triliun. Hanya saja, beban masih tinggi, termasuk dari beban penjualan, beban penghasilan, dan adanya beban lain-lain. Belum lagi ada beban kerugian entitas asosiasi dan adanya beban keuangan yang naik menjadi Rp 910,44 miliar dari Rp 732 miliar.


Mengacu data BEI, saham CTRA dalam sepekan terakhir mampu menguat hingga 49% di level Rp 615/saham. Kamis pekan lalu, saham CTRA ditutup naik 8,85%. Namun secara year to date, atau tahun berjalan, saham CTRA minus 41% sebagaimana dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga terkoreksi 26%.

Pada Maret lalu, PT Sang Pelopor, pemegang saham Ciputra Development sudah menambah kepemilikan 5,81% saham dengan membeli sebanyak 1,07 miliar saham CTRA senilai Rp 789,48 miliar. Dengan pembelian saham ini, PT Sang Pelopor kini menggenggam kepemilikan 52,77% saham Ciputra Development dari sebelumnya 46,69%.

Dalam pengumuman yang disampaikan Corporate Secretary Ciputra Development, Tulus Santoso di keterbukaan informasi BEI, transaksi pembelian saham dilakukan sebanyak 3 kali.


Pertama, pembelian sebanyak 316 juta lembar saham seharga Rp 750/saham pada 28 Februari 2020. Berikutnya, transaksi pada 3 Maret 2020 sebanyak dua kali, masing-masing 600 juta lembar saham dan 161 juta lembar saham dengan harga Rp 725/saham.

Dengan demikian, bila dikalkulasi dari ketiga dari transaksi ini, PT Sang Pelopor mengeluarkan dana sebesar Rp 789,48 miliar.

"Tujuan transaksi ini untuk restrukturisasi oleh pengendali yang sama," tulis Tulus Santoso, Jumat (6/3/2020).

Mengacu data BEI, sebelum adanya transaksi pembelian saham ini, PT Sang Pelopor memiliki 8,71 miliar saham Ciputra Development atau mewakili 46,96% saham. Sebanyak 9,81 miliar saham digenggam investor publik atau mewakili 52,91% dan sisanya merupakan saham treasury sebanyak 24 juta saham atau 0,13%.

Setelah adanya transaksi pembelian ini, kepemilikan PT Sang Pelopor meningkat menjadi 9,79 miliar saham atau mewakili 52,77% saham.

[Gambas:Video CNBC]



(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading