BOJ Umumkan Bunga Acuan, Yen Mau Kemana Hayo...?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 July 2019 08:28
BOJ Umumkan Bunga Acuan, Yen Mau Kemana <i>Hayo...</i>?
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang yen Jepang kembali melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (30/7/19), melanjutkan kinerja negatif awal pekan kemarin. Pergerakan besar kemungkinan akan terjadi pada hari ini mengingat bank sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) akan mengumumkan kebijakan moneternya.

Pada pukul 8:07 WIB, yen diperdagangkan di kisaran 108,87/US$ atau melemah 0,09% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

BOJ diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga acuannya sebesar -0,1%, tetapi pelaku pasar akan menanti apakah akan ada stimulus moneter tambahan dari sang Gubernur Haruhiko Kuroda.


Mengutip harian Japan Today, pasar memprediksi BOJ akan menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan suku bunga ultra rendah untuk mencegah yen menguat melawan dolar AS ketika The Fed memangkas suku bunga di pekan ini.



Namun beberapa pejabat BOJ juga khawatir jika pesan yang nantinya disampaikan hanya akan menguatkan pandangan pelaku pasar jika BOJ sudah kehabisan opsi kebijakan untuk memberikan tambahan stimulus ke perekonomian, masih menurut laporan Japan Today.

Sementara itu analis lain mengatakan langkah European Central Bank (ECB) yang belum menggelontorkan stimulus moneter pada pekan lalu dapat mengurangi tekanan bagi BOJ untuk segera mengcururkan stimulus, sebagaimana dikutip Reuters.

Sumber lain dari BOJ yang dikutip Reuters menyatakan permintaan dalam negeri Jepang yang masih cukup kuat mampu mengimbangi lemahnya ekspor, dan anggota dewan BOJ melihat tidak perlu untuk segera menggelontorkan stimulus. Instrumen moneter BOJ dikatakan sudah terbatas, dan mereka dapat menyimpannya untuk digelontorkan jika kondisi ekonomi semakin memburuk.

Selain itu, nilai tukar yen yang masih cukup stabil (tidak menguat tajam) meski The Fed hampir pasti akan memangkas suku bunga di pekan ini juga memberikan keuntungan bagi Kuroda dkk.



Penguatan yen melawan dolar AS hanya akan semakin membebani perekonomian Jepang. Produk ekspor Negeri Matahari Terbit akan menjadi kurang kompetitif, dan tentunya semakin menekan tingkat ekspor.

Hingga Juni, ekspor Jepang telah merosot dalam tujuh bulan berturut-turut. Terus merosotnya ekspor tentunya menjadi kabar buruk bagi Jepang yang pertumbuhan ekonominya juga mengandalkan sektor ini.

Tetapi, beberapa analis meragukan yen akan melemah jika BOJ hanya memberikan pesan akan memberikan stimulus moneter.



"Menyesuaikan panduan kebijakan moneter adalah suatu pilihan yang penting. Tapi itu berarti BOJ Tidak melakukan apa-apa" kata Takeshi Minami, kepala ekonomi di Norinchukin Research Institute, sebagaimana dikutip Japan Today.

Berkaca dari pergerakan liar euro usai ECB mengumumkan kebijakan moneter yang tidak terlalu dovish, yen bisa mengalami pergerakan yang sama, dan memiliki peluang untuk menguat.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading