Satu Poundsterling Sama Dengan Satu Dolar AS, Kenapa Tidak?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
22 July 2019 21:15
Satu Poundsterling Sama Dengan Satu Dolar AS, Kenapa Tidak?
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar poundsterling saat ini masih lebih tinggi dari dolar Amerika Serikat (AS). 1 poundsterling dibanderol sebesar 1,2473 dolar AS pada pukul 19:40 WIB. Namun beberapa bulan ke depan pound diprediksi akan memiliki nilai paritas alias 1 poundsterling sama dengan 1 dolar AS.

Morgan Stanley menjadi bank yang memprediksi pound akan mencapai level paritas tersebut. Skenario kurs poundsterling mencapai US$1 sampai US$1,1 dikatakan akan terjadi seandainya Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan alias no-deal Brexit. Morgan Stanley melihat peluang terjadinya hal tersebut semakin menguat, melansir bloomberg.com.




Tidak hanya itu, HSBC juga memprediksi hal yang sama yakni poundsterling kemungkinan mencapai level terendah sepanjang masa US$ 1,0545 yang disentuh pada Maret 1985, melansir Reuters.

Sampai saat ini pelaku pasar masih percaya jika Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober dengan beberapa kesepakatan termasuk masa transisi. Hal ini membuat poundsterling masih "ragu-ragu" untuk turun lebih dalam.

Kemungkinan terjadinya no-deal juga dipersempit setelah Parlemen Inggris untuk membuat undang-undang untuk mencegah Perdana Menteri (PM) Inggris membekukan parlemen sehingga bisa membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan atau no-deal.



Namun, apakah no-deal Brexit tidak mungkin terjadi?

Ternyata masih mungkin meski jalannya semakin rumit bagi perdana menteri (PM) Inggris yang baru nanti. Calon kuat suksesor Theresa May sebagai PM Inggris adalah Boris Johnson, ia sebelumnya sudah menegaskan akan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan sama sekali alias no-deal Brexit.



Jika nanti langkah Johnson untuk no-deal Brexit ditolak Parlemen, tokoh euroskeptik ini bisa meminta Ratu Inggris untuk membekukan parlemen dan menjalankan no-deal Brexit tanpa persetujuan parlemen. Yang menjadi masalah adalah, Ratu Inggris netral terhadap arah politik, sehingga akan menjadi rumit bagi Johnson.

Pada dasarnya jika Inggris tidak mengajukan proposal Brexit yang baru sebelum 31 Oktober, maka no-deal Brexit akan terjadi. Tetapi Parlemen Inggris pastinya berusaha mencegah hal itu tidak terjadi terjadi dengan membuat undang-undang yang mencegah pembekuan parlemen, sehingga tetap bisa melakukan kontrol terhadap pemerintah.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading