Analisis

Masih Ngarep Harga Emas Naik Tinggi? Kayaknya Susah...

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
22 July 2019 13:55
Masih <i>Ngarep</i> Harga Emas Naik Tinggi? Kayaknya Susah...
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan hari ini, setelah turun tajam akhir pekan lalu. Sehari sebelumnya, harga emas mencapai level tertinggi tahun ini, bahkan jika dilihat ke belakang menjadi yang tertinggi sejak Mei 2013.

Spekulasi berapa besarnya penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserves/The Fed pada 31 Juli menjadi pemicu pergerakan liar harga emas. Komentar Presiden The Fed New York John Williams yang begitu dovish sempat membuat pasar yakin Federal Funds Rate bisa dipangkas 50 basis poin (bps).


Namun The Fed New York melakukan klarifikasi. Komentar dari bosnya dikatakan bersifat akademis dan bukan tentang arah kebijakan moneter.  


The Fed New York ibarat Pemberi Harapan Palsu/PHP bagi emas, membuat harga logam mulia ini naik tajam dan kemudian merosot. Kini dengan peluang pemangkasan suku bunga 50 bps yang mengecil, emas jadi sulit untuk kembali mencetak level tertinggi.

Logam mulia merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga semakin rendah suku bunga di AS dan secara global akan memberikan keuntungan yang lebih besar dalam memegang aset emas.

Logam mulia juga sangat terkait dengan nilai tukar dolar AS. Kala greenback melemah, maka harga emas akan naik karena emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS.


Analisis Teknikal

Kena Grafik: Emas (XAU/USD) Harian
Sumber: investing.com

Melihat grafik harian, emas yang disimbolkan XAU/USD masih bergerak di atas rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru), MA 21 hari (garis merah), dan MA 125 hari (garis hijau).

Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) di wilayah positif tetapi bergerak turun dan histogram sudah di wilayah negatif.

Kena Grafik: Emas (XAU/USD) 1 Jam 
Sumber: investing.com

Pada time frame 1 menit, emas bergerak di kisaran MA 8, dan MA 21 tetapi masih di atas MA 125. Indikator Stochastic bergerak turun namun masih jauh dari wilayah jenuh jual (overbought)

Emas saat ini bergerak di kisaran support (tahanan bawah) terdekat berada di level US$ 1.426, selama bertahan di atas level tersebut emas berpeluang menguat menguji kembali US$ 1.432. Jika mampu dilewati, target kenaikan selanjutnya ke area US$ 1.437.

Sementara jika support ditembus, emas berpeluang melemah lagi ke level turun ke US$ 1.419 atau lebih jauh ke US$ 1.414.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading