Pergerakan Emas Antam Dalam Sepekan, Untung atau Buntung?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 July 2019 12:36
Pergerakan Emas Antam Dalam Sepekan, Untung atau Buntung?
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami fluktuasi cukup tinggi dalam hari terakhir. Pada hari ini Sabtu (13/7/19) harga logam mulia di greai Butik Emas - Pulo Gadung naik Rp 5.000/gram dibandingkan Jumat kemarin.

Untuk emas batangan sebesar 1 gram dibanderol Rp 706.000, lebih tinggi dibandingkan harga kemarin Rp 701.000.

Sementara untuk logam mulia batangan 10 dan 100 gram masing-masing dijual pada harga Rp 6.635.000 dan Rp 65.700.000 atau per gram-nya masing-masing dihargai Rp 663.500 dan Rp 657.000.


Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.



Naik Lagi Rp 5.000, Ini Pergerakan Emas Antam Dalam SepekanGrafik: Harga Emas Antam Batangan 1 gram (year-to-date)
Sumber: logammulia.com


Tingginya fluktuasi harga emas Antam dipengaruhi oleh besarnya pergerakan harga emas dunia di pekan ini yang dipengaruhi oleh naik turunnya spekulasi pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat (AS).

Pergerakan yang besar sebenarnya sudah dimulai sejak Jumat (5/7/19) kala itu rilis data tenaga kerja AS yang lebih bagus dari prediksi membuat pelaku pasar memprediksi Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) tidak akan agresif atau maksimal memangkas suku bunga dua kali saja, efeknya harga spot emas dunia jeblok ke level US$ 1.399,55 per troy ounce atau turun 1,11%.

Keesokan harinya, pada Sabtu (6/7/19) harga emas Antam juga nyungsep Rp 8.000/gram. Kala itu logam mulai 1 gram dibanderol Rp 701.000, turun dari dari Jumat Rp 709.000.

Pola pergerakan serupa juga terjadi di pekan ini, dalam tiga hari perdagangan di awal pekan, emas Antam masih tenang dengan fluktuasi harga hanya sekitar Rp 1.000-2.000/gram.

Baru pada perdagangan Kamis langsung melesat naik naik Rp 12.000, penyebabnya harga spot emas dunia melesat naik 1,5% menjadi US$ 1.418,8 per troy ounce pada perdagangan Rabu. Ketua The Fed, Jerome Powell yang memberikan paparan kebijakan moneter di hadapan Komite Jasa Finansial Kongres AS mengindikasi akan mengambil tindakan untuk mempertahankan ekspansi perekonomian.

Pelaku pasar menginterpretasikan pernyataan tersebut sebagai sikap dovish dan The Fed kembali diprediksi akan agresif memangkas suku bunga, yakni sebanyak tiga kali di tahun ini.



Hanya sehari berselang, harga emas dunia kembali jeblok 1,07% ke level US$ 1.403,6 per troy ounce pada perdagangan Kamis akibat rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari prediksi. Selain data tenaga kerja inflasi juga merupakan indikator yang digunakan The Fed dalam menetapkan suku bunga.

Pelaku pasar menjadi bimbang melihat data ekonomi AS yang bagus dibandingkan sikap The Fed yang dovish, apakah suku bunga akan dipangkas dua kali atau tiga kali.

Merespon jebloknya harga spot emas dunia di hari Kamis, harga logam mulia Antam juga turun Rp 10.000/gram pada Jumat kemarin. Sementara hari ini kembali naik Rp 5.000/gram karena harga spot emas dunia pada perdagangan Jumat balik lagi menguat sebesar 0,85%.

Harga emas Antam memang menjadikan harga spot emas dunia sebagai salah satu acuannya, sementara harga spot emas dunia sangat terkait dengan tingkat suku bunga di AS. Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga semakin rendah suku bunga di AS dan secara global, akan memberikan keuntungan yang lebih besar dalam memegang aset emas.

Selain itu, logam mulia sangat terkait dengan nilai tukar greenback. Kala dolar AS melemah, maka harga emas akan naik karena emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS.

Jika dolar AS melemah, maka emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Ketika emas dipandang murah, permintaan akan bertambah sehingga harga emas naik.



TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading